KPU Mukomuko Gandeng Jaksa Untuk Pelaksanaan Pilkada

Daerah  KAMIS, 06 FEBRUARI 2020 , 18:25:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

KPU Mukomuko Gandeng Jaksa Untuk Pelaksanaan Pilkada

MoU KPU dan Kejari Mukomuko Guna Pendampingan Pelaksanaan Pilkada/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko melakukan MoU dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko berkaitan tentang penanganan permasalahan hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatangan MoU dilangsungkan di aula Kejari Mukomuko pada Kamis (06/02) pagi.

Ketua KPU Mukomuko Irsyad Kamarudin dalam sambutannya mengatakan, fokus kerjasama ini agar tercipta kesepahaman yang baik untuk setiap regulasi terkait Pilkada. Masing-masing tahapan memiliki ruang untuk terjadi adamya gugatan atau sengketa.

"Tujuannya untuk bekerjasama dengan kejaksaan terkait pendampingan hukum dengan surat kuasa khusus, khusus keperdataan dan tata usaha negara ketika kami melakukan tahapan-tahapan Pilkada tahun ini," sampai Irsyad.

Iryad juga mebambahkan ada 4 poin yang menjadi lingkup kerjasama dalam pelaksanaan MoU ini, yang pertama adalah bantuan hukum, pertimbangan hukum atau legal opinion, Pendampingan hukum serta legal action.

"Dalam pelaksaanan Pilkada nantinya harapnnya tidak menemui permasalahan hukum. Karen KPU memiliki tugas untuk memperlakukan calon kepala daerah  dan pemilih secara adil sebagaimana amanat undang-undang," tambah letua.

"Ini menjadi awal semnagat untuk pelaksanaan Pilkada 2020 dan juga
bentuk kehati-hatiann untuk melaksanakan setiap Tahapan Pilkada.
Bisa saja sengketa perdata datangnya dari bawah dari PPK atau PPS," tutup Irsyad.

Kajari Mukomuko Hendri Antoro juga menyambut baik kerjasama yang dijalin oleh KPU Mukomuko. Ini merupakan
Langkah-langkah yang akan diajukan cukup diranah letigasi saja.

"Kami menganggap Hal-hal teknis sudah dikuasi oleh KPU sehingga tinggal dikolaborasikan, MoU ini dimaknai sebagai pijakan awal yang jauh lebih penting agar dapat dilaksankaan dengan baik. Harapnnya kegiatan Pilkada berjalan baik jauh dari hiruk-pikuk dan terhindar dari kesalahan  yuridis," tutup Kajari. [tmc]

Komentar Pembaca