Relasi Antara Infrastruktur dan Maintenance Expence

Opini Jo  SABTU, 01 FEBRUARI 2020 , 16:03:00 WIB

Relasi Antara Infrastruktur dan Maintenance Expence

Syaifullah

BIAYA perawatan adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk memelihara fixed assets (aktiva tetap) agar tetap dalam keadaan baik dari waktu kewaktu, memenuhi bahkan memperpanjang usia pakai, sehingga dapat dipergunakan bila diperlukan. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk perawatan fixed assets (aktiva tetap) secara langsung tidak menaikkan nilai fixed assets (aktiva tetap) yang bersangkutan. Sebab itu seluruh pengeluaran untuk perawatan fixed assets (aktiva tetap) ini dibukukan pada perkiraan Biaya Perawatan (Maintenance Expenses).

Sebelum memutuskan untuk dibangunnya sebuah Infrastruktur baru ada beberapa hal yang wajib dipertimbangkan antara lain :

1. Dorongan pertumbuhan ekonomi
Dengan dibangunnya Infrastruktur tersebut akan menjadi trigger pendorong pertumbuhan ekonomi khususnya daerah yang dekat dengan daerah dibangunnya Infrastruktur tersebut. Dan perlu adanya kajian yang menghasilkan estimasi seberapa besar  pertumbuhan ekonomi yang akan dihasilkan setelah infrastruktur tersebut dibangun.

2. Urgensi
Adakalanya pembangunan suatu Infrastruksur karena hal-hal yang bersifat Urgensi, untuk hal ini perlu adanya kajian untuk menentukan skala urgensi tersebut. Seberapa besar tingkat urgensi nya, dengan adanya kajian ini maka dapat ditentukan skala prioritas.

3. Maintenance Expence
Biaya pemeliharaan adalah hal wajib yang harus dipetimbangkan, Infrastruktur yang dibangun dengan kurangnya biaya pemeliharaan akan mengakibat terjadinya percepatan kerusakan dan berkurangnya usia pakai yang siginifikan. Hal itu tentu akan menjadikan kerugian ekonomis yang sangat tinggi pada akhirnya.

Hal-hal diatas adalah komponen yang berlaku umum untuk dipertimbangkan baik oleh Institusi Pemerintah ataupun swasta sebelum memutuskan untuk melakukan Investasi dalam bentuk Infrastruktur.
Ada keunikan tersendiri disektor pemerintah, yaitu aset Infrastruktur pemerintah setidaknya dibagi dalam dua kategori yaitu :

1. Komersial aset
Komersial aset Yaitu infrastruktur yang mepunyai nilai ekonomis dan secara langsung diharapkan dapat menghasilkan profit yang menjadi sumber untuk melakukan pemeliharaan dan pengembangan Infrastruktur tersebut dan akan menjadi Sumber Pendapatan Daerah (PAD)

2. Non Komesial Aset
Infrastruktur Non Komersial adalah Infrastruktur yang secara langsung tidak menghasilkan profit atau pendapatan baik untuk perawatan Infrastruktur tersebut ataupun pendapatan dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tetapi kedua kategori tersebut baik yang bersifat komersial ataupun non komersial masing-masing biaya perawatannya akan menjadi beban bagi suatu daerah dan beban daerah adalah beban juga bagi masyarakat daerah tersebut.

Sangat bijak suatu daerah memiliki sistem managemen aset yang baik dan benar sehingga dapat diketahui hal hal sebagai berikut :

1. Berapa total aset daerah tersebut dalam bentuk Infrastruktur.
2. Berapa jumlah Aset komersial dan non komersial.
3. Berapa Jumlah aset yang efektif dan tidak efektif.
4. Bagaimana kondisi aset aset tersebut.
5. Mana aset yng sudah habis masa pakai (Expire).
6. Berapa besar maintenance expence terhadap masing masing aset.
7. Berapa besar nilai pemeliharaan untuk keseluruhan aset.

Dengan adanya data yang valid dan up to date dari sistem manajemen aset yang baik dan benar maka Kebijakan yang dapat diambil tergantung dari pada orientasi para stage holder di daerah yaitu Kepala Daerah dan legislatif :

1. Apakah akan melakukan pengembangan dengan mengembangun Infrastruktur baru atau mengupgrade Infrastruktur yang ada.

2. Lebih memprioritaskan melakukan perawatan Infrastruktur yang ada agar tetap optimal dan terus dapat dimanfaatkan minimal sepanjang usia pakai produktif infrastruktur tersebut bahkan jika memungkinkan memperpanjang usia pakai produktifnya.

3. Mengambil tindakan dalam sebuah regulasi untuk aset aset yang non komersial yang tidak produktif apakah akan dilakukan penghapusan aset.

4. Mengambil tindakan untuk aset komersial apakah hanya membebani keuangan daerah karena hasil yang diharapkan tidak tercapai dengan cara membuat kerjasama dengan fihak fihak profesional (Pihak ke III) sehingga tidak lagi menjadi beban keuangan daerah, dengan regulasi yang ketat termasuk cost maintenant yang wajib dikeluarkan oleh fihak ketiga sebaga pengelola sehingga pemerintah daerah akan memperoleh PAD murni tanpa ada kewajiban pemeliharan.

Aset aset yang tidak efektif baik yang bersifat komersial aset ataupun nonkomersial aset biasanya akan dibengkalaikan apalagi untuk darah daerah dengan anggaran terbatas karena mereka tidak mampu untuk tetap melakukan pemeiharaan dan perawatan terhadap aset tersebut.

Pembengkalaian ini akan berakibat menurunnya nilai aset dan usia pakai aset tersebut secara drastis dan siginifikan Dan ini menjadi kerugian yang luar biasa bagi suatu daerah.  Terkhusus komersial aset akan menjadi dua kali kerugian akibat sikap pembengkalaian aset ini, dimana kerugian pertama nilai fisik dari aset tersebut akan turun secara drastis dan kerugian berikutnya adalah hilangnya pendapatan daerah yang seharusya diperoleh dari komersial aset tersebut. Dan kerugian daerah adalah sebenarnya kerugian rakyat atau masyarakat suatu daerah.

Beberapa daerah yang memiliki anggaran terbatas diharapkan dapat bijaksana dalam mengalokasikan anggaran nya, dengan didukung oleh data yang up to date dan valid mengenai aset daerah dan telah dapat dihitung berapa besar maintenance expence nya maka kebijakan yang jitu dan efektif dapat diambil dalam membangun infrastruktur baru atau melakukan upgrade terhadap infrastruktur yang ada yaitu kebijakan yang memenuhi unsur unsur economic trigger dan urgency.

Dengan melakukan perawatan yang baik dan benar serta berkala sesuai dengan standar perawatan Infrastruktur tersebut, maka diharapkan infrastruktur yang ada akan dapat mempunyai nilai manfaat optimal seperti yang diharapkan dan yang direncanakan. Dengan optimalnya infrastruktur yang ada serta berpatokan kepada unsur ecocomic trigger dan urgency maka diharapkan anggaran yang ada dapat dipergunakan secara efektif dan efisien bahkan anggaran dapat dikembangkan pemanfaatannya untuk kepentingan lain masyarakat.

Syaifullah

Penulis adalah Konsultan Sistem Informasi Bengkulu

Komentar Pembaca
Virus Minyak

Virus Minyak

SABTU, 04 APRIL 2020

SINERGITAS SOSIAL DITENGAH BENCANA
Puisi Qolbi: LEPASKAN KEKHILAFAN KAMI
Pasukan Tempur Mulai Melawan Jokowi
Salah Siapa

Salah Siapa

RABU, 25 MARET 2020

Obat Covid

Obat Covid

MINGGU, 22 MARET 2020

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00