Soal Tudingan Dugaan Suap, PH Terdakwa Kaji Jalur Hukum

Daerah  SABTU, 01 FEBRUARI 2020 , 08:36:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Soal Tudingan Dugaan Suap, PH Terdakwa Kaji Jalur Hukum

Sidang perkara kepemilikan ganja yang divonis bebas/ RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tak menutup kemungkinan Penasehat Hukum (PH) terdakwa Sayuti alias Cay perkara kepemilikan ganja yang divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Curup akan melakukan upaya hukum pasca dituding bermain uang alias suap oleh Jaksa Penuntut Umum.
"Kami akan berembuk dahulu apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak, yang jelas itu pelanggaran kode etik," kata PH terdakwa Cay, Reno Ardiansyah dikonfirmasi via telpon, Jumat (31/1).


Apabila pihaknya melakukan upaya hukum, maka jalur yang akan ditempuh berupa hukum pidana atas pencemaran nama baik yang tertuang dalam Pasal 310 dan 311 KUHP, serta akan melaporkan tudingan tersebut  ke Komisi Kejaksaan Indonesia (KKI) serta Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung.

Selain telah menuding dirinya bermain uang saat sidang tengah berlangsung pada Kamis (30/1) kemarin, dirinya juga menilai JPU telah menghambat proses persidangan, sehingga jadwal sidang yang seharusnya digelar pukul 10.00 WIB ditunda hingga pukul 13.00 WIB.

"Sebelum putusan pengadilan jaksa sudah bermain-main dan menghambat, jaksa waktu sidang langsung keluar dan tidak tahu keberadaanya, padahal hakim menunggu untuk membacakan putusan, jadwal sidang sempat mundur dari jadwal awal, bahkan hakim sempat menelpon Kasi Pidum," bebernya.

Sementara itu, terkait dengan tudingan dirinya juga pernah menemui jaksa untuk melakukan lobi-lobi perkara tersebut, namun dirinya menepis tudingan tersebut.

Diakuinya, dalam perjalanan penanganan perkara tersebut, dirinya memang pernah bertemu dengan JPU di kantor, namun pertemuan itu untuk menanyakan perkembangan perkara lantaran sudah cukup lama tidak ditindaklanjuti meski Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah diterima kliennya.

"Memang saya sebelumnya pernah sekali ke Kejaksaan, menanyakan berkas klien kami, waktu itu klien kita sudah menerima SPDP dari polisi, namun setelah tiga minggu belum ada perkembangannya apa P19 atau langsung P21, jadi penyidik Polisi menyarankan kepada kami coba temui jaksa tanyakan, karena SPDP nya sudah lengkap," bebernya.

Berdasarkan jawaban yang mereka terima, berkas perkara kliennya tersebut baru diterima pihak Jaksa tiga hari, sedangkan penyidik Polisi menyebutkan jika berkas itu sudah diserahkan tiga minggu sebelumnya.
"Cuma sekali itu saya mrnemui beliu.

Ini pencemaran nama baik, jika setiap putusan bebas kami dikatakan bermain, artinya setiap putusan bersalah jaksa juga bermain, jadi belum tentu seperti itu kan," pungkasnya. [ogi]


Komentar Pembaca