Terdakwa Divonis Bebas, Dugaan Suap Menyeruak

Hukum  KAMIS, 30 JANUARI 2020 , 20:06:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Terdakwa Divonis Bebas, Dugaan Suap Menyeruak

Sidang putusan perkara narkoba di PN Curup/Ist

RMOLBengkulu. Sempat terjadi kegaduhan dalam sidang putusan perkara kepemilikan narkoba jenis ganja di Pengadilan Negeri Curup Kamis (30/1) siang, pasca Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lady J Nainggolan Walk Out atau keluar ruang sidang.

Aksi Walk Out tersebut terjadi saat Majelis Hakim membacakan amar putusan terdakwa Sayuti alias Cay, dalam putusan tersebut terdakwa dinyatakan bebas.

Tak berselang lama JPU Lady J Nainggolan meninggalkan rungan sambil mengeluarkan pertanyaan yang mengejutkan kepada penasehat hukum terdakwa.

"Kasih uang berapa", tanya Lady sambil berlalu meninggalkan ruang sidang.

Aksi Walk Out tersebut sempat membuat jalannya sidang tertunda, lantaran situasi ruang sidang sempat gaduh dan Majelis Hakim menskor sidang tersebut.

Dalam sidang yang berjalan sebelumnya, Majelis Hakim dengan Hakim Ketua Anne Safrina Simanjuntak dengan hakim anggota Fakhrudin  dan Nur Ihsan Sahabuddin, menyatakan vonis bebas kepada terdakwa Sayuti yang oleh JPU Kejaksaan Negeri Rejang Lebong di tuntut 8 tahun penjara.

Dalam peekara tersebut bereda rumor penasehat hukum terdakwa sempat menawarkan sejumlah uang kepada JPU maupun penyidik kepolisian agar terdakwa dibebaskan, namun tawaran tersebut ditolak oleh jaksa maupun penyidik dari pihak Kepolisian.

"Terkait masalah itu (dugaan suap,red) saya belum terima informasi, karena tadi saya sedang solat," ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Rejang Lebong, Eriyanto dikonfirmasi awak media.

Pihaknya akan melakukan kroscek kepada JPU yang meninggalkan ruangan terkait permasalahan yang terjadi, sedangkan terkait dengan vonis bebas yang diputuskan oleh Majelis Hakim pihaknya akan melaporkannya terlebih ke Kepala Kejaksaan mengingat pihaknya juga memilik waktu untuk fikir-fikir selama 11 hari.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Curup, Riswan Herafiansyah saat dikonfirmasi menyampaikan, setiap putusan hakim dalam suatu perkara pasti berdasarkan fakta dan pertimbangan.

"Saya juga belum membaca pertimbangan putusannya, karena baru saja dibacakan oleh majelis, tapi kawan-kawan media nanti bisa lihat pertimbangan putusan di Website dan Direktori putusan Pengadilan Negeri Curup," ujarnya.

Terkait dengan aksi Walk Out JPU sendiri saat sidang tengah berjalan, dirinya mengakui belum mengetahui, karena saat itu dirinya tidak berada di ruang sidang.

Untuk diketahui, terdakwa Sayuti yang merupakan sopir angkot diadili atas dugaan kepemilikan ganja, Sayuti sebelumnya diamankan jajaran Polsek Curup pada Kamis 30 Agustus 2019 lalu, dalam penangkapan yang dialjukan di Pasar Atas Curup itu petugas mendapatkan satu paket sedang dan tiga paket kecil ganja kering yang dibungkus kertas koran dari terdakwa. [tmc]

Komentar Pembaca