18.043 Baby Lobster Seharga 4,5 Miliar Berhasil Diselamatkan

Hukum  SELASA, 28 JANUARI 2020 , 13:18:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

18.043 Baby Lobster Seharga 4,5 Miliar Berhasil Diselamatkan

BB Baby Lobster /RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sebanyak 18.043 baby lobster atau benur lobster berhasil diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khsusus( Ditreskrimsus) Polda Bengkulu di jalan lintas Tais- Bengkulu Desa Talang Datuk Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma.

Disampaikan oleh Direskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Ahmad Tarmizi bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian anggota subdit tipidter melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berhasil memberhentikan mobil toyota avanza yang melintas di jalan Tais-Bengkulu yang akan menuju ke Provinsi Jambi dengan membawa 4 box yang berisi benur lobster yang diduga akan diseludupkan

"Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 4 box berisi baby lobster atau benur lobster sebanyak 18.032 ekor. Kemudian, anggota subdit tipder Dir Reskrimsus Polda Bengkulu  mengamankan pelaku yaitu Arpani dan Arwilson beserta barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Polda Bengkulu," kata Ahmad Tarmizi, Selasa (27/1) kepada RMOLBengkulu.

Berdasarkan surat perintah pernyitaan nomor: SP.sita/02/01/2020. Ditreskrimsus telah melakukan penyitaan dari tersangka berupa barang bukti dari Arwilson antara lain 1 unit mobil avanza yang dikendarainya untuk membawa baby lobster dan kunci mobil berserta STNK

"Dari tangan tersangka, Dit Reskrimsus Polda Bengkulu juga berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit handphone dan uang gaji berserta uang jalan. Kemudian 3 box streofoam warna putih, 1 buah box kardus warna coklat yang beirisikan 77 kantong plastik yang didalamnya berisikan baby lobster," sambungnya.

Terhadap dua orang tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana bidang perikanan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 88 jo pasal 16 ayat 1 UU RI No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan dan atau pasal 55 ayat 1 KHUPidana dengan pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000.

"Sementara itu,  subdit tipidter Dir Reskrimsus Polda Bengkulu sedang melakukan pengembangan untuk melakukan pengembangan dalam pencarian  terhadap pemilik barang baby lobster yang bernama Alay," tutupnya. 

Adapun kerugian negara sektor sumber daya  ikan yang berhasil diselamatkan adalah senilai Rp. 4.508.000.000. [ogi]


Komentar Pembaca