Sebelum Bunuh Astrid, Yoki Diduga Mengalami Kelainan Seks

Hukum  KAMIS, 23 JANUARI 2020 , 21:03:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Sebelum Bunuh Astrid, Yoki Diduga Mengalami Kelainan Seks

Yoki Aminoto/ Net

RMOLBengkulu. Yoki Aminoto (32) warga Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur tersangka (Tsk) pembunuhan Astrid Aprilia (15) diduga mengalami kelainan seks atau orientasi seks menyimpang.

Dirinya terindikasi mengalami kelainan seks setelah pihak penyidik Polres Rejang Lebong melakukan pengembangan terhadap tersangka, dimana tersangka kerap melakukan Video Call Whatsapp menggunakan HP milik Astrid kepada teman-teman Astrid dengan menampilkan kemaluannya.

"Perbuatan tersebut dia lakukan kepada menggunakan HP korban kepada teman-teman sekolah korban yang ada dikontak HP tersebut," beber Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Reskrim, AKP Andi Kadesma didampingi Kanit, PPA Aiptu Desi Oktavianti dikonfirmasi RMOLBengkulu, Kamis (23/1).

Aksinya tersebut sempat meresahkan kalangan warga, bahkan tak sedikit kalangan warga melalui media sosial Facebook didaerah itu yang menyatakan bahwa telah diteror Video Call dari nomor baru yang menunjukkan kemaluan saat tersambung.

"Yo ini memang beberapa bulan kemarin mrlakukan aksi teror dengan Video Call seperti itu, bahkan dia juga mengancam para korbannya," beber Desi.

Saat berhasil terhubung dengan korbannya, tersangka langsung menyimpan tangkaoan layar yang terdapat wajah korbannya, yang kemudian tangkapan layar itu digunakannya untuk memeras korban, jika tidak dituruti tersangka mengancam akan menyebarkan gambar tersebut.

Di sisi lain, dalam penggeledahan petugas di mobil terasangka sebelumnya, petugas juga turut mendapatkan sebanyak sembilan celana dalam wanita, di mana temuan tersebut masih akan dilakukan pendalaman lebih lanjut apakah ada korban lainnya.

"Kami masih akan melakukan penyelidikan mendalam terhadap Yo ini apakah dia memang mengalami kelainan atau sebagainya," imbuhnya.

Di tempat terpisah, Hendri (40) paman Astrid mengatakan, jika memang sejumlah teman Astrid pernah diteror oleh tersangka menggunakan nomor Astrid.

"Anggapan teman-temannya Astrid, yang melakukan Video Call itu Astrid, namun saat diterima yang muncul seperti itu (kemaluan,red), dari itu juga kami melakukan penelusuran," ujar Hendri ditemui di kediaman nenek Astrid.

Dari aksi tersebut menurut dia, teman-teman Astrid juga diminta untuk mengirimkan pulsa dan kuota internet ke nomor tersebut, jika tidak poto hasil tangkapan layar Video Call akan disebar tersangka. [tmc]




Komentar Pembaca