Kasus Astrid Mulai Dari Dugaan Penculikan, Pencabulan, Pemerasan Hingga Mutilasi

Hukum  RABU, 22 JANUARI 2020 , 16:40:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Kasus Astrid Mulai Dari Dugaan Penculikan, Pencabulan, Pemerasan Hingga Mutilasi

Kapolres saat memimpin langsung proses pencarian jasad korban/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kasus hilangnya Astrid Aprilia (15) warga Gang Palem Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur mulai terkuak pasca diamankannya Yo (30) warga Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur beberapa hari lalu.

Pihak Polres Rejang Lebong berhasil meringkus Yo setelah melakukan penyelidikan mendalam dengan menelusuri akun media sosial Facebook milik Astrid yang hingga dinyatakan hilang, akun tersebut tetap aktif.

"Ada salah satu akun korban yang masih aktif, dan kita lakukan penelusuran lewat Track HP korban dan kita temukan HP tersebut dimobil pelaku," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika kepada awak media, Rabu (22/1).

Menurut dia, Polres Rejang Lebong mulai menangani kasus hilangnya Astrid pasca dilaporkan oleh keluarganya secara resmi pada Desember 2019 lalu, meski Astrid sendiri sudah meninggalkan rumah sejak 8 November 2019.

Terkait dengan motif pembunuhan Astrid sendiri diduga kuat dilatarbelakangi masalah uang, dimana pelaku sempat menculik Astrid dan meminta uang tebusan kepada keluarga Astrid.

"Pada bulan Desember pelaku sempat menelepon keluarga korban meminta tebusan senilai Rp 100 juta," beber Jeki.

Kemungkinan antara pelaku Yo dengan korban sama-sama saling kenal, karena menurut Jeki, Yo ini merupakan seorang sopir angkot yang biasa melayani penumpang anak sekolah, dimana Astrid sendiri sudah menggunakan jasa angkot pelaku sejak SMP.

Usai ditangkap, kepada penyidik Yo mengaku jika telah membunuh korbannya yang kemudian jasad korban dibuang di aliran sungai bawah jembatan Sungai Air Merah Kecamatan Curup Tengah, jasad itu dimasukkan pelaku ke dalam karung.

"Untuk sementara ini motifnya kita duga penculikan dan pembunuhan, nanti untuk kelanjutannya akan kita lakukan pendalaman lebih lanjut," ujar Jeki.

Sebelum membunuh korban, juga diduga pelaku sempat melakukan mencabuli korban, hanya saja penyidik Polres masih melakukan pendalaman untuk memastikannya, terlebih dari rumah pelaku petugas turut mengamankan sejumlah celana dalam wanita.

Sementara itu, berdasarkan hasil pencarian jasad korban sejak Selasa (21/1) kemarin, petugas berhasil mendapatkan bagian tubuh korban yang sudah berupa tulang, yakni bagian tengkorak kepala maupun tulang kaki.

Dari temuan tersebut diduga jika jasad korban dimutilasi oleh pelaku, pasalnya tulang-tulang itu ditemukan terpisah, meski demikian pihak penyidik belum bisa menyimpulkan, karena bisa saja tulang korban terpisah karena dibawa oleh binatang liar.

"Hasil temuan hari ini kita bawa ke RSUD Curup untuk diidentivikasi oleh DVI dan kita akan berkoordinasi dnegan pihak keluarga apakah akan dilakukan pemakaman atau tidak," pungkasnya. [tmc]

Tonton video selengkapnya



Komentar Pembaca