Amankan 7 Tersangka, BNNP Bengkulu Musnahkan 252,04 Gram Sabu

Hukum  SELASA, 21 JANUARI 2020 , 12:03:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Amankan 7 Tersangka, BNNP Bengkulu Musnahkan 252,04 Gram Sabu

BNNP Bengkulu/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Selasa (21/1) memusnahkan 252,05 gram narkotika jenis sabu yang didapati dari 7 tersangka pengedar narkoba

Disampaikn oleh Kepala BNN Provinsi Bengkulu, Brigjen Pol Agus Riansyah bahwa barang bukti tersebut merupakan pengungkapan 2 kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan 7 tersangka  

"Dua kasus tindak pidana narkotika ini yang melibatkan 7 orang tersangka yang diungkap BNNP Bengkulu pada bulan Desember 2019 dan bulan Januari 2020," ujar Agus Riansyah, Selasa (21/1) kepada RMOLBengkulu.

Bermula pada penangkapan  di Jalan Raya Bengkulu Tengah KM.35 Desa Bajak 1 Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah pada Desember 2019 lalu. Kemudian dari penagkapan tersebut diamankan 2 orang tersangka yakni Rian Afrianto (30) dan Okta Mahendra (29).

Dari penangkapan tersebut, BNN Provinsi Bengkulu berhasil mengamankan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu dengan berat 100 gram serta 5 butir tablet berwarna biru narkotika golongan I jenis ekstasi.

"Dari pengembanga tersebut, kembali ditemukan sabu seberat 1,5 gram , 1 bungkus plastik bening beserta catatan penjualan narkotika dan timbangan digital," sambungnya.

Kemudian, tim pemberantasan BNN Provinsi Bengkulu kembali melakukan penangkapan di Jalan Sudirman Kelurahan Air Putih Kota Curup  dan berhasil mengamankan 3 orang tersangka dengan barang bukti yang ditemukan yaitu  146,4 gram sabu yang disembunyikan dalam plastik bekas popok bayi.

Dari hasil interograsi tim BNN Provinsi Bengkulu, barang tersebut akan diantarkan ke Yudika Wahyu Akbar warga Kota Bengkulu yang sebelumnya telah memesan barang haram tersebut kepada 3 tersangka yang sudah diamankan.

"Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Wahyu, tim menemukan 7 paket sabu dengan berat 4,3 gram. Berdasarkan pengakuan tersangka, paket tersebut berjumlah 50 paket," tambah Kepala BNN Provinsi Bengkulu.

Semua barang bukti yang diamankan oleh BNN Provinsi Bengkulu dinyatakan positif mengandung methamphetamine, dan  kemudian dilakukan pemusnahan.

"Atas perbuatannya para tersangka terancam pasal 114 ayat 2 jo pasal  111 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," tutup Agus Riansyah.

Diketahui, penghujung 2019 BNN Provinsi Bengkulu telah mengamankan Sulaita. Janda asal Rejang Lebong yang menjadi pengedar narkoba. [ogi]

Tonton videonya



Komentar Pembaca