Dikira Hujan, Nyatanya Pesawat Buang Bahan Bakar

Nusantara  SENIN, 20 JANUARI 2020 , 07:30:00 WIB | OLEH: REDAKSI

Dikira Hujan, Nyatanya Pesawat Buang Bahan Bakar

Delta Airlines/Net

RMOLBengkulu. Sebuah pesawat mengalami masalah mesin saat tengah mengudara dan menjatuhkan bahan bakar di taman bermain sebuah sekolah dasar, dan mengenai anak-anak yang sedang bermain. Awalnya, anak-anak mengira yang jatuh itu adalah hujan.

"Kami keluar dan bermain dan pesawat terbang ada di luar. Kami pikir itu hujan, tetapi kemudian kami tahu itu bahan bakar dan semua orang berlari," kata salah satu siswa SD Park Avenue yang berusia 11 tahun. "Ya, baunya tidak enak.. itu bukan air."

Pesawat Delta Airlines itu terbang dari Bandara Internasional Los Angeles dengan tujuan Bandara Shanghai. Pesawat menjatuhkan bahan bakar ke anak-anak di taman bermain sebuah sekolah dasar untuk menghindari kegagalan saat mendarat, pesawat menjatuhkan bahan bakar untuk mengurangi bobot.

Pesawat terpaksa berputar dan mendarat di bandara asal karena mengalami masalah  mesin, seperti disebutkan  Travel+Leisure, Minggu (19/1).

"Tak lama setelah lepas landas, Penerbangan 89 dari LAX ke Shanghai mengalami masalah mesin yang mengharuskan pesawat kembali dengan cepat ke LAX," kata juru bicara Delta Airlines.

Pesawat yang membawa 140 penumpang ini mendarat dengan selamat di bandara asal, Los Angeles.
 
"Pesawat mendarat dengan selamat setelah pelepasan bahan bakar yang diperlukan sebagai bagian dari prosedur normal untuk mencapai bobot pendaratan yang aman,” kata juru bicara Delta Airlines.

Beberapa masyarakat yang terkena dampak dari bahan bakar ini melapor kepada pihak maskapai.

Departemen Pemandam Kebakaran LA serta pemimpin masyarakat menerima informasi mengenai laporan cedera ringan pada orang dewasa dan anak-anak di sekolah-sekolah terkena jatuhan bahan bakar tersebut.

Sekitar 20 anak-anak dan 11 orang dewasa terkena  cedera ringan dan segera dilakukan perawatan ringan tanpa harus ke rumah sakit.

Seorang pemadam kebakaran mengatakan pesawat itu melaporkan adanya sebuah kios kompresor yang dapat menyebabkan hilangnya aliran udara melalui sebuah mesin sampai kegagalan mesin.

Seorang penumpang mengatakan bahwa dia mendengar suara letusan.
"Saya tahu, keadaan sedang tidak baik. Pilot datang beberapa menit kemudian dan mengatakan bahwa kami akan kembali ke LAX," kata salah satu penumpang dilaporkan Kantor Berita Politik RMOL.

Pesawat tidak pernah mencapai ketinggian di atas 8000 kaki. Pesawat berada sekitar 2.300 kaki ketika pesawat terbang di atas sekolah pada pukul 11.53.

Penerbangan yang harusnya memakan waktu 13 jam non stop akhirnya hanya terbang selama 25 menit untuk mendarat ke bandara awal. [tmc]

Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 11:40:00