Anggaran Rp 1,7 Miliar Untuk Dua Desa Jadi Silpa

Daerah  MINGGU, 19 JANUARI 2020 , 19:58:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Anggaran Rp 1,7 Miliar Untuk Dua Desa Jadi Silpa

Ilustrasi DD dan ADD/Net

RMOLBengkulu. Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tidak terserap seratus persen pada tahun 2019 kemarin. Akibatnya, anggaran sekitar Rp 1,7 Miliar mengendap di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Lebong, alias jadi Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa).

Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) Kabupaten Lebong, Reko Haryanto melalui Sekretaris Hedi Parindo mengatakan, DD dan ADD dicairkan 3 tahap dalam setahun. Rinciannya, 20 persen tahap pertama, dan masing-masing 40 persen untuk tahap kedua dan ketiga.

Total DD dan ADD untuk 93 desa di Lebong tahun 2019 sebesar Rp 78.571.304.000. Dengan rincian, tahap pertama Rp 15.714.260.800, tahap kedua Rp 31.428.521.600, dan tahap ketiga Rp 31.428.521.600.

"Dua desa, semelako II tahap ketiga tidak cair. Sedangkan, satu desa lagi Nangai Amen karena laporannya belum selesai," ujar Hedi, Minggu (19/1) siang.

Dari 93 desa di daerah itu, tidak semuanya mencairkan DD dan ADD dengan presentase penyalurannya baru 98,53 persen atau hanya terserap Rp 77.416.587.800.

Sementara untuk DD yang masih tersisa di RKUD sebesar Rp 1.154.716.200 dengan rincian, tahap pertama sebesar Rp 163.101.400, tahap kedua Rp 326.202.800, dan tahap ketiga sebesar Rp 665.412.000. Lalu, untuk ADD sebesar Rp 617.929.600.

Dia mengklaim sepanjang 2019 pihaknya kooperatif menyurati camat dan kades. Tujuannya agar dapat mendesak kades atau penjabat desa mempercepat proses pengajuan pencairan.

"Kita sudah mengirim surat kepada camat untuk percepatan pencairan untuk difasilitasi ke desa-desa," sambungnya.

Dia menuturkan, proses pencairan DD dan ADD banyak yang terkendala laporan pertanggungjawaban. Sebab, untuk bisa mendapatkan rekomendasi pencairan harus menyetorkan bukti penggunaan tahap sebelumnya.

Meskipun tahun 2019 masih ada sisa lebih pembiayaan anggaran, katanya, masih bisa digunakan tahun berikutnya. Bahkan, Silpa ini pun dimasukkan kembali di APBDes 2020.

"Presentase penyaluran persen hingga akhir Desember 2019 sebesar 98,53 persen. Jadi, Dana Silpa ini akan digunakan untuk tahun 2020," tuturnya. [tmc]





Komentar Pembaca