Usaha Potong Ayam Warga Mendadak Diperiksa Dewan

Daerah  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 17:10:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Usaha Potong Ayam Warga Mendadak Diperiksa Dewan

Rombongan Dewan Saat Sidak/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Usaha potong ayam warga yang terletak di RT 16 RW 01 Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu mendadak rame karena didatangi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota. Kedatangan para anggota legislatif merupakan tindaklanjut atas laporan warga beberapa waktu lalu yang mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari tempat pemotongan ayam tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Kota, Dediyanto mengatakan bahwa kedatangan dewan merupakan bentuk komitmen para wakil rakyat sebagai penyambung lidah masyarakat.

"Hari ini kita langsung datang ke lokasi usaha potong ayam di Sungai Serut. Ini komitmen kita untuk menindaklanjuti laporan warga yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan usaha potong ayam ini," kata Dediyanto kepada RMOLBengkulu usai Sidak di lokasi tersebut, Selasa (14/01).

Menurutnya warga yang belakangan diketahui menyewa kontrakan ditempat tersebut sering memotong ayam untuk dijual ke pasar. Jumlah ayam yang dipotong berkisar antara kurang lebih 80 ekor jika kondisi pasar sedang ramai. Dengan kondisi tersebut warga menilai tidak tepat, karena bau tak sedap dari ayam sangat menganggu kenyamanan.

"Setelah kita periksa ternyata usaha potong ayam ini dilakukan dirumah kontrakan yang berdekatan dengan permukiman warga. Masyarakat menilai bahwa ini sangat menganggu," ucpanya.

Kendati demikian saat Sidak dewan tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh warga tersebut. Setelah diperiksa pembuangan air, kotoran dan lain-lain masih sesuai dengan standar.

"Dari sisi kebersihan memang cukup baik pada saat diperiksa. Ayam yang sudah dipotong langsung dibersihkan, airnya pun disaring terlebih dahulu sehingga bulu-bulu ayam tidak masuk ke drainase," paparnya.

Meski begitu, dewan memberikan waktu untuk terus melakukan usaha potong ayam selama mereka masih menyewa di tempat tersebut. Setelah masa sewa kontrakan habis, yang bersangkutan harus mencari alternatif tempat lain untuk memulai usaha potong ayam agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Karena ini usaha dengan skala kecil dan faktor kemanusiaan, akhirnya kita bersama pak RT sepakat memperbolehkan usaha ini sampai masa ngontrak mereka disini habis," tutup Dediyanto. [ogi]


Komentar Pembaca