Janda Dan 2 Anak Putus Sekolah Dibantu Dewan

Daerah  JUM'AT, 10 JANUARI 2020 , 16:59:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Janda Dan 2 Anak Putus Sekolah Dibantu Dewan

Rombongan Komisi III DPRD Saat Mengunjungi Warga Tidak Mampu/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu mendadak datang ke salah satu rumah warga di Jalan Merpati 17 RT 13 RW 03 Kelurahan Rawa Makmur Permai, Kota Bengkulu. Belakangan diketahui bahwa warga yang didatangi dewan tersebut adalah janda bernama Haryanti.

Wakil ketua komisi III DPRD Kota Bengkulu, Dediyanto mengungkapkan bahwa dirinya beberapa waktu lalu mendapat laporan dari masyarakat terkait kondisi Haryanti sangat membutuhkan bantuan. Janda yang sehari-harinya berprofesi sebagai pengumpul barang bekas tersebut memiliki dua orang anak, dirinya tidak mampu membiayai keduanya untuk sekolah lantaran dirinya tidak bisa mencari nafkah karena belum pulih akibat kecelakaan.

"Belum lama ini kita dapat laporan kalau ada salah satu warga yang sangat butuh bantuan, memang kabarnya kondisi beliau sangat memprihatikan," kata Dediyanto kepada RMOLBengkulu usai silaturahmi bersama masyarakat, Jumat (10/1).

 Dirinya menyebut bahwa pihaknya segera merespon laporan tersebut  dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan kepada beliau. Hingga kini Haryanti dan kedua anaknya sudah menerima bantuan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Bengkulu.

"Alhamdulilah berkat kita semua akhirnya Ibu Haryanti sudah dibantu berupa tongkat dan sembako dari Dinas Sosial. Kedua anak beliau juga sudah bisa kembali bersekolah setelah dibantu oleh Dinas Pendidikan Kota Bengkulu," ucapnya.

Masih kata Dediyanto, Ia sangat mengapresiasi pihak-pihak terkait yang sudah bergerak cepat membantu masyarakat yang membutuhkan. Dirinya menegaskan bahwa Walikota Bengkulu, Helmi Hasan berkomitmen untuk membahagiakan seluruh masyarakat.

"Saya mewakili rekan-rekan dari Komisi III sangat mengapresiasi kinerja dinas terkait dalam merespon masalah ini. Kedepan kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang kesusahan, apalagi sampai tidak bisa bersekolah," tutupnya. [ogi]


Komentar Pembaca