138 Batang Kayu Tak Bertuan Diamankan Tim Patroli Gabungan

Daerah  RABU, 08 JANUARI 2020 , 16:47:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

138 Batang Kayu Tak Bertuan Diamankan Tim Patroli Gabungan

Press Release Penemuan Kayu di Polres Mukomuko/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Tim gabungan Personil Sat Reskrim Polres Mukomuko bersama dengan Personil UPTD KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) Mukomuko, Dinas Kehutanan, dan LH Bengkulu melakukan patroli gabungan dan tim berhasil menemukan satu tumpuk kayu jenis meranti  dan damar.

Tim gabungan berhasil menggagalkan upaya peredaran ileggal logging yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Tumpukan kayu gelondongan sebanyak 138 batang balok kaleng tersebut belum diketahui pemiliknya. Saat ini kayu tersebut telah diamankan bersama satu unit mesin sarkel di Makopolres Mukomuko.

Dijelaskan Kapolres Mukomuko AKBP Andy Arisandi, operasi gabungan ini berawal dari adanya banjir bandang yang terjadi pada pertengahan Desember 2019 lalu di Kecamatan Selagan Raya, sehingga dengan tujuan mencari permasalahan tersebut tim melakukan patroli dikawasan HPT Air Manjunto dan menemukan Tumpukan kayu yang lumayan banyak. Kayu tersebut diamankan di Desa Aur Cina Kecamatan Selagan Raya di areal perkebunan kelapa sawit pemukiman warga pada Senin (6/12) lalu.

" Jenis kayu yang sudah kita amankan saat ini yaitu kayu meranti sebanyak 123 batang, dan jenis damar sebanyak 15 batang," jelas Kapolres.

Andy juga mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan indentifikasi dan penyelidikan terkait penemuan kayu gelondongan tersebut.

" Tentunya, kita akan melakukan penindakan siapapun nanti pelaku ilegal logging ini. Kita juga tetap akan melakukan pencegahan karena dampak dari ilegal logging ini nantinya kita yang merasakan," ujar Kapolres.

Ia juga berharap kepada masyarakat agar dapat memberikan informasi jika mengetahui ada aktivitas pembalakan liar atau ilegal logging.
 
Ditempat yang sama, Kepala UPTD KPHP Mukomuko M.Rizon mengatakan berdasarkan data yang ada, dugaan sementara pelaku melakukan penebangan di kawasan TNKS karena di kawasan HPL Air Manjunto tidak lagi ditemukan kayu jenis tersebut.

"Kita ketahui bersama, bahwa saat ini kayu jenis meranti sudah tidak ditemukan lagi dikawasan lahan masyarakat, sehingga dugaan sementara ini diambil dari kawasan hutan TNKS," ungkap Rizon.

Ia juga menambahkan, saat ini belum ada orang atau koorporasi diwilayah Mukomuko yang memiliki ijin untuk kegiatan penebangan, pengolahan, penguasaan dan pemilikan kayu.

" Kita tahu, dampak dari penebangan hutan ini sangtlah buruk dan bisa menyebabkan banjir serta dapat menggangu habitat yang ada dihutan. Kami bersama tim terus melakukan upaya pencegahan penebangan ataupun pengrusakan hutan." jelas Rizon. [ogi]


Komentar Pembaca