Buntut Kecelakaan Bus Sriwijaya, Dewan Panggil Dishub Kota

Daerah  JUM'AT, 27 DESEMBER 2019 , 11:39:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Buntut Kecelakaan Bus Sriwijaya, Dewan Panggil Dishub Kota

Suasana Hearing Di Kantor DPRD Kota/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kecelakaan bus Sriwijaya jurusan Bengkulu-Palembang yang menewaskan puluhan orang beberapa waktu lalu nampaknya harus berbuntut panjang. Setelah PO Sriwijaya diberitakan berhenti operasi untuk sementara waktu, beberapa pihak juga disoroti terkait penyebab kecelakaan ini salah satunya dinas perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu memanggil pihak Dishub Kota untuk hearing dan diskusi terkait kemungkinan-kemungkinan yang bisa jadi penyebab kecelakaan bus tragis tersebut. Nampak Kepala Dishub Kota, Bardin Andusti dan jajaran mendatangi Kantor DPRD Kota, Kamis (26/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

Wakil Ketua I DPRD Kota, Marliadi mengungkapkan bahwa pemanggilan pihak Dishub sendiri bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang diambil oleh Dishub Kota pasca terjadinya kecelakaan hebat tersebut.

"Kita ingin memastikan tindakan apa yang diambil pasca kejadian ini. Apakah memang bus yang jatuh ini layak operasi atau tidak, nanti akan kita dengarkan dari pihak terkait," Kata Marliadi saat dihubungi RMOLBengkulu, Jumat (27/12).

Dirinya menambahkan jika dari keterangan Dishub Kota, armada Sriwijaya yang mengalami kecelakaan tersebut terakhir kali melakukan uji kelayakan operasi kendaraan pada April 2018. Artinya belum bisa dipastikan apakah bus tersebut layak operasi atau tidak.

"Dari keterangan pihak Dishub, armada yang jatuh itu memang terakhir kali uji kelayakan operasi pada tahun 2018," tambahnya.

Ia pun berharap kedepan Dishub Kota agar selalu aktif mengawasi kendaraan-kendaraan yang tidak layak operasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir.

"Kalau selama ini alat untuk uji KIR yang Dishub punya memang katanya bermasalah. Kedepan akan kita dorong supaya pemeriksaan armada-armada angkutan umum ini dilakukan secara rutin agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," tutupnya. [ogi]


Komentar Pembaca