Alumni UNIB Protes Ijazahnya Tidak Berlaku Di CPNS Mukomuko

Daerah  SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 16:22:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Alumni UNIB Protes Ijazahnya Tidak Berlaku Di CPNS Mukomuko

Jawoto/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sedikitnya ada 22 alumni Program Studi (Prodi) lmu Kelautan Universitas Bengkulu (UNIB) dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) oleh panitia seleksi (Pansel) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Mukomuko tahun 2019.

Alasan TMS tersebut lantaran ijazah dinilai tidak relevan dengan kualifikasi jabatan yang dilamar.

Melihat kondisi tersebut, salah satu alumni Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu mengaku protes terhadap tim verifikator Pansel CPNS Mukomuko.

Menurutnya, salah satu yang dibutuhkan dalam kualifikasi pendidikan adalah S1 perikanan dan kelautan. Hanya saja, dalam verifikasi administrasi puluhan alumni Universitas Bengkulu dinyatakan TMS oleh tim verifikator.

"Dalan kurikulum ilmu kelautan ada mayoritas mata kuliahnya ilmu perikanan. Misalnya, MPi, TLI, DPI, Marikultur, Manajemen Kualitas Air, dan sebagainya. Tapi, justru panitia menyatakan kami TMS," ujar salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (16/12) kemarin.

Dia menambahkan, masa sanggah yang diberikan panitia juga tidak juga tidak relevan. Dimana pihaknya tidak bisa mengupload dokumen pendukung dari Universitas Bengkulu.

Sekalipun jumlah kata yang tersedia dalam portal sanggahan tersebut terbatas, dan hanya cukup menulis kalimat sebanyak tiga baris.

"Kita sebagai putra daerah Bengkulu tentu dirugikan di daerah sendiri. Huruf yang bisa ketik dalam portal sanggahan juga terbatas. Jadi, penjelasan kita sebagai pelamar juga tidak maksimal," timpal dia.

Ia mengutarakan, kebijakan tidak melololoskan alumni Ilmu Kelautan tidak berlaku di CPNS Seluma. Padahal, kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan di daerah itu S1 Perikanan. Lain halnya dengan di CPNS Mukomuko yang membutuhkan S1 Perikanan dan Ilmu Kelautan.

"Kita optimis, pansel CPNS Mukomuko tetap mempertimbangkan sanggahan kita saat masa sanggah ini," ungkapnya.

Sementara itu, pihak Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu telah melayangkan surat pernyataan dengan nomor: 238/UN30.11/PP/2019 tertanggal 29 November 2019.

Pihak yang dilayangkan untuk panitia seleksi CPNS Mukomuko itu ditandatangani langsung Ketua Prodi Ilmu Kelautan, Ir Zamdial, M.Si

Dalam surat itu, Zamdial menyatakan bahwa Prodi Ilmu Kelautan dalam kurikulum pembelajaran Prodi Ilmu Kelautan juga meliputi mata kuliah yang berkaitan dengan perikanan baik langsung maupun tidak langsung.

"Kurikulum pembelajaran Prodi Ilmu Kelautan juga meliputi mata kuliah yang berkaitan dengan perikanan baik langsung maupun tidak langsung," tulisnya.

Terpisah, Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko, Jawoto saat dikonfirmasi tidak mengetahui kebijakan tim verifikator CPNS Mukomuko yang menyatakan puluhan alumni asal UNIB itu TMS.

"Saya malah baru dengar ini. Karena saya bekerja tidak sendiri. Kita kan ada tim," jelas dia.

Di sisi lain, ia mengaku ada masa sanggah dalam tiga hari ini. Menurutnya, 22 alumni Ilmu Kelautan Universitan Bengkulu yang dinyatakan TMS ini bisa berpeluang kembali dinyatakan lolos administrasi.

"Pengumuman itu ada MS dan TMS. Nah, TMS itu ada masa sanggah. Jadi, silahkan menyanggah. Nanti dari kita akan evaluasi. Jadi, tidak perlu heboh," ucapnya.

Lebih jauh, kata Jawoto, masa sanggah ini akan berlaku bagi seluruh daerah Indonesia. "Saya sedang dalam perjalanan, untuk lebih jelas nanti saya minta klarifikasi tim verifikator," demikian Jawoto. [tmc]



Komentar Pembaca