Otak Serangan Teror Bom di Stasiun Kereta Dihukum Seumur Hidup

Nusantara  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 07:09:00 WIB | OLEH: REDAKSI

Otak Serangan Teror Bom di Stasiun Kereta Dihukum Seumur Hidup

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Abror Azimov (29) asal Kyrgyzstan. Azimov merupakan otak yang mengorganisir ledakan di stasiun kereta Rusia, yang terjadi pada April 2017 dan berpartisipasi dalam kelompok teroris.

Ledakan bom pada April 2017 itu menewaskan 15 orang di Stasiun Kereta Saint Petersburg dan melukai puluhan orang. Satu pelaku bernama Akbarjon Djalilov (22) ikut tewas dalam serangan tersebut, melansir AFP (10/12).

Pengadilan Rusia juga menjatuhkan hukuman kepada 10 orang lainnya. Mereka berasal dari Asia Tengah, dijatuhi hukuman antara 19 dan 28 tahun penjara.

Sepuluh terdakwa lain dituduh bertindak sebagai kaki tangan, terutama dengan memberi Djalilov bahan peledak dan dokumen palsu.

Seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, tuduhan tersebut berkisar dari pengorganisasian kelompok teroris dan melakukan 'aksi teror' hingga perdagangan senjata dan membuat alat peledak.

Para tersangka ditangkap di berbagai kota di Rusia dan ditahan di Moskow sebelum dipindahkan ke Saint Petersburg untuk diadili. Jaksa mengatakan para terdakwa membentuk dua 'sel teroris' di Moskow dan Saint Petersburg dan membantu Djalilov dengan mengirimkan uang kepadanya dan menyediakan bahan peledak. [tmc]




Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 11:40:00