KPU Kaur Petakan Potensi Kerawanan Pilkada 2020

Daerah  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 06:29:00 WIB | OLEH: REDAKSI

KPU Kaur Petakan Potensi Kerawanan Pilkada 2020

Irpanadi

RMOLBengkulu. Komisi pemilihan umum kabupaten kaur benar benar ingin pelaksanaan Pilkada Bupati dan wakil Bupati Kaur 2020 mendatang berjalan sukses. Untuk itu sejak dini KPU Kaur mulai melakukan pemetaan terhadap potensi potensi yang bisa muncul di Pilkada Bupati dan wakil Bupati 2020 mendatang. Diantaranya melakukan pemetaan terhadap jumlah surat suara tidak sah pada pemilu 2019 lalu di setiap TPS dan Desa atau Kelurahan yang ada di Kabupaten Kaur. Selain itu juga melakukan pemetaan tingkat partisipasi pemilih serta kerawanan kerawanan yang berpotensi muncul baik itu diakibatkan proses penyaluran logistik, serta potensi pemungutan ulang. Termasuk potensi munculnya kerawanan keamanan.

Komisioner KPU Kaur Irpanadi mengatakan, bahwa tujuan dilakukan pemetaan itu pasca pemilu 2019 lalu tidak lain untuk meningkatkan  kualitas pelaksanaan pilkada mendatang. Sehingga hak suara masyarakat nantinya tidak sia sia. Kemudian hasil pemetaan akan dijadikan objek sasaran dalam proses sosialisasi dan bimtek di penyelenggaran ad hoc nantinya setelah dibentuk.

"Sekarang proses pemetaan dilakukan sampai ke tingkat  desa desa. Kita ingin kekurangan di Pileg lalu dapat lebih baik di Pilkada nantinya. Seperti menekan masih adanya surat suara tidak sah. Kemudian masih kurangnya pemahaman kepemiluan bagi masyarakat terutama dalam hal partisipasi pemilih," ungkap Irpanadi, Kamis (5/12).

Lanjut Irpanadi, begitu juga dengan pemetaan parisipasi pemilih. Setiap TPS dan Desa dilakukan pemetaan berapa banyak warga yang sudah masuk DPT tetapi tidak menggunakan hak pilihnya pada pileg lalu. Sehingga nanti juga dilakukan upaya sosialisasi partisipasi pemilih.  Sebab angka golput di Pileg cukup banyak mencapai 12 ribuan dari jumlah pemilih masuk DPT sebanyak 89.564 pemilih. Sedangkan angka jumlah surat suara tidak sah akibat salah coblos berujung batal atau dicoblos lebih dari satu mencapai 2 ribuan.

Nantinya dalam menindaklanjuti hasil pemetaan di desa desa atau kecamatan yang potensi golput atau surat suara masih banyak tidak sah akan menjadi sasaran utama dalam sosialisasi kepemiluan.

""Nah di Pilkada yang tahapanya sudah dimulai ini, KPU akan melakukan sosialisasi yang semakin gencar. Terutama di daerah yang potensi tingkat pemahaman pemilih masih kurang dan partisipasinya juga kurang. Sebah untuk partisipasi kita targetkan di Pilkada itu 100 persen minimal diatas angka partisipasi pileg lalu yang mencapai 86 persen," jelasnya.

Ditmbahnan Irpanadi, untuk sesuai dengan anggaran yang sudah disediakan dalam anggaran pilkada pelaksanaan Bimtek ke penyelenggaran adhoc mulai dari proses pungut hitung ditingkatkan dari bimtek di pemilu legislatif lalu. Sehingga dalam pelaksanaan pemungutan pada 23 September 2020  mendatang dapat berjalan dengan lancar dan aman serta sesuai tahapannya. Begitu juga dalam peningkatan partisipasi dan kerawanan  pendistribusian logistik ke TPS sulit juga menjadi prioritas.

"Dalam perekrutan panitia adhoc nantinya juga akan benar benar diseleksi. Kita ingin Pilkada berkualitas dan berintegritas. Serta partisipasi pemilih tinggi. Mengingat di Pilkada juga juga akan menerapkan rencananya rekapitulasi elektronik atau E-Rekap," pungkasnya. [ogi]

Komentar Pembaca
PDIP Datangi Dewas KPK

PDIP Datangi Dewas KPK

JUM'AT, 17 JANUARI 2020 , 00:48:00