IUP Habis, Kapolres Ingatkan Tiga Bos Tambang

Wajib Reklamasi Eks Tambang

Daerah  SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 19:45:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

IUP Habis, Kapolres Ingatkan Tiga Bos Tambang

Kapolres saat menyambangi lokasi eks galian C/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur menyambangi tiga titik bekas tambang batu (galian C) yang sudah habis Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Kabupaten Lebong, Senin (2/12) sekitar pukul 14.35 WIB.

Dalam kondisi cuaca hujan tersebut, ia didampingi Kasat Intelkam AKP Ngatmin dan KBO Intelkam, Ipda Ali Khan, Kanit Pidum Ipda Hardi Yanto Daenk, Kanit Tipiter Satuan Reskrim Aipda Andi Sujarmoko.

Adapun tiga lubang bekas tambang batu split yang dikunjungi, yakni lokasi pertama di bekas tambang batu milik Hamdan di Desa Karang Dapo Bawah Kecamatan Bingin Kuning, dimana masa berlaku IUP nya habis tanggal 15 Maret 2019.

Kemudian, pemegang IUP Anwar Sanusi di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara, serta eks galian C pemilik IUP Rike Frandioner di Desa Selebar Jaya Kecamatan Amen. Masa berlaku kedua tambang itu habis pada tanggal 28 November 2019 kemarin.

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur memastikan tidak ada aktivitas pada ketiga eks tambang tersebut pasca habis masa berlaku IUP masing-masing.

"Ini ketiga kalinya saya cek langsung tidak ada aktivitas," ujar Ichsan Nur kepada RMOLBengkulu di lokasi, Senin (2/12).

Selain itu, Ichsan menuturkan dalam kesempatan itu ia ingin melihat reklamasi kawasan seperti rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Bengkulu. Namun, dalam kunjungan tersebut seluruh pemilik IUP dipastikannya sudah melakukan reklamasi.

"Ini sebenarnya lebih kepada merespon kepada aduan atau keluhan masyarakat yang selama ini memang lokasi (tambang,red) ini berkonflik," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa aktivitas eks tambang itu bisa kembali beroperasi asalkan kepada daerah merevisi RTRW pertambangan di daerah itu.

"Apabila revisi RTRW pertambangan Kabupaten Lebong keluar. Maka disini masih bisa berlaku baik itu IUP pemilik tambang," tegas dia.

Walaupun demikian, pihaknya pun mengakui kalau selama ini sudah mendapatkan informasi maraknya kembali eksploitasi tambang batu secara brutal oleh masyarakat yang tak mengantongi izin pertambangan.

"Berkenaan dengan IUP-nya mati, jadi material ini tidak bisa diangkut keluar. Kalau dipaksa dibawa keluar maka ada pidananya," imbuhnya.

Kapolres mengaku telah menegaskan kepada semua pemegang konsesi tambang, bahwa mereka harus melakukan kegiatan reklamasi dan konservasi lingkungan sesuai dengan peraturan. Menurutnya, aturan tersebut pasca IUP habis.

"Himbauan saya patuhi segala regulasi yang berlaku. Silahkan bekerja apapun di Lebong, namun demikian patuhi segala aturan yang berlaku," demikian Kapolres. [tmc]


Komentar Pembaca