Rancangan APBD 2020 Disahkan, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp 791 Miliar

Daerah  JUM'AT, 29 NOVEMBER 2019 , 20:18:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Rancangan APBD 2020 Disahkan, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp 791 Miliar

Saat paripurna berlangsung/Ist

RMOLBengkulu. Enam fraksi DPRD Lebong, akhirnya menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Lebong Tahun Anggaran (TA) 2020 untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

Rancangan APBD 2020 sebesar Rp 791 Miliar telah disepakati bersama antara DPRD dan Pemkab Lebong. Keduanya pun bersama-sama menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Paripurna DPRD Lebong, Jum'at (29/11).

Pantauan RMOLBengkulu, rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen didampingi Waka II Popi Ansa, dan Bupati Lebong, Rosjonsyah.

Turut juga dihadiri sejumlah Anggota DPRD Lebong lainnya, serta sejumlah perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lebong.

Dinamika pembahasan sebelum rancangan APBD 2020 itu disepakati bersama antara Banggar DPRD dan TAPD Lebong. Dimana rancangan APBD Diproyeksikan sebesar Rp 791 Miliar, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 47 Miliar.  Dana perimbangan sebesar Rp 593 Miliar, serta pendapatan daerah yang sah sebesar 150 Miliar.

Lalu, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 796 Miliar. Masing-masing dari belanja tidak langsung sebesar Rp 407 Miliar, dan belanja langsung sebesar Rp 389 Miliar. Sedangkan, defisit anggaran sebesar Rp 4,7 Miliar.

Kemudian, untuk pembiayaan Netto pada proyeksi rancangan APBD 2020 sebesar Rp 4,7 Miliar dan penerimaan pembiayaan sebesar Rp 9,7 Miliar.

Diketahui, keenam Fraksi menyetujui RAPBD TA 2020 untuk dijadikan Perda, yaitu Fraksi PAN, NasDem, Fraksi Kebangkitan Bangsa, Demokrat, Perindo dan Fraksi Fraksi Gerakan Nurani Perjuangan Rakyat.

Walaupun demikian, ada beberapa catatan menarik yang diberikan sejumlah fraksi pada kesempatan tersebut. Seperti yang disampaikan Wilyan Bachtiar, saat membacakan pandangan akhir Fraksi Perindo.

Ia mengimbau agar kepala daerah dan perangkatnya berusaha keras untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya memperbesar jumlah PAD di tahun 2020 mendatang.

"Hal ini penting, mengingat PAD menjadi salah satu indikator kemandirian daerah dalam bidang keuangan daerah," ujarnya.

Kemudian, Fraksi Demokrat yang dibacakan Rinto Putra Cahyo, bahwa sehubungan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang baru terbentuk dan mekanisme pembahasan yang relative singkat mengakibatkan kualitas APBD yang kurang representatif menyentuh kepentingan rakyat.

Dia meminta kepada Pemerintah kedepan untuk dapat mengajukan usulan pembahasan yang lebih konfrensif dan representatif, agar mengedepankan fungsi pengawasan bukan sebagai rival dari eksekutif, tetapi sebagai mitra yang senantiasa saling mendukung antara eksekutif dan legislatif.

"Agar seluruh pemangku kepentingan untuk memaknai sekaligus ikut mengawasi program dan kegiatan yang disepakati dalam APBD tahun anggaran 2020. Supaya seluruh masyarakat di Kabupaten Lebong dapat merasakan manfaatnya," jelas dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen mengaku, usai membaca kesimpulan enam fraksi di DPRD Lebong seluruhnya menyetujui RAPBD TA 2020.

"Akhirnya, dengan mengucapkan Alhamdullillahirabbil alamin, rapat paripurna pendapat akhir fraksi terhadap APBD Lebong TA 2020 resmi saya tutup," demikian Carles. [tmc]



Komentar Pembaca
Negatif Corona, WNI Crew Kapal Diamond Princes Minta Dievakuasi
Gedung DPR Kebakaran

Gedung DPR Kebakaran

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 , 13:55:07

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

30 Tahun MURI, Bakti Sosial ke Kampung Sumur

SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 11:44:12

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

Bunga Kibut Tumbuh Diperkebunan Warga

MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 , 11:40:00