Masuk Zona Merah, Rejang Lebong Jadi Target Pemantauan BNN

Daerah  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 19:13:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Masuk Zona Merah, Rejang Lebong Jadi Target Pemantauan BNN

Sosialisasi rencana aksi nasional P4GN / RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kabupaten Rejang Lebong saat ini diketahui masuk zona merah penyebaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba), demikian yang diungkapkan Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol. Agus Riansyah usai menghadiri sosialisasi Rencana Aksi Nasional P4GN di Rejang Lebong.

"Kabupaten Rejang Lebong ini zona merah, kalau BNN mengatakan memang memng menjadikan target kami untuk dipantau, ada perhatian khusus," kata Brigjen Pol. Agus Riansyah kepada awak media, Kamis (28/11).

Dia mengungkapkan, Rejang Lebong masuk zona merah peredaran narkoba dan menjadi perhatian khusus pihaknya pasca ditangkapnya bandar narkoba asal Rejang Lebong.

Dia menjelaskan, BNN hanya menangani sindikat narkoba, di mana berdasarkan penelitian yang mereka lakukan jika terdapat bandar narkoba di wilayah itu maka peredaran barang haram tersebut cukup luar biasa.

"Peredaran narkoba itu kan sistemnya sel, dia terputus, kalaupun itu yang ditangkap oleh temen-temen Kepolisian, itu yang ditangkep pasti ngakunya pengecer, pengedar dan sebagainya, tapi ternyata mungkin dia  salah satu semi bandar besar, karena pengedar juga pamakai dan pemakai juga pengedar," bebernya.

Dalam peredarannya, para pelaku menurut dia turut menggunakan teknologi, seperti transaksi via telephon dan barangnya dikirim lewat jasa pengiriman paket.

Di sisi lain dia membeberkan, barang haram yang masuk ke wilayah Sumatera terutama wilayah Bengkulu kebanyakan berasal dari Selat Malaka, mengingat posisi Provinsi Bengkulu yang berada di daerah pesisir Pulau Sumatera seperti dari Riau, Medan, Jambi, Padang dan Sumsel.

Guna meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Rejang Lebong pihaknya mengharapkan semua stakeholder ikut memeranginya, sedangkan pihaknya hanya berperan memberikan edukasi melalui sosialisasi pencegahan maupun pelatihan Lifeskill kepada sejumlah warga yang terpapar narkoba sehingga tidak lagi terlibat. [tmc]

Komentar Pembaca