Komunitas Petani Jeruk Gerga Lebong: Kami Kurang Diperhatikan

Daerah  SELASA, 26 NOVEMBER 2019 , 06:36:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Komunitas Petani Jeruk Gerga Lebong: Kami Kurang Diperhatikan

Komunitas RGL/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Sedikitnya 30 petani jeruk yang tergabung dalam Komunitas Rimau Gerga Lebong (RGL) melakukukan pertemuan, Jum'at (22/11) lalu di Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong.

Pertemuan itu dalam rangka membahas dilaunchingnya jeruk gerga asal Rejang Lebong, pada Rabu (20/11) lalu oleh Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi.

Kepada RMOLBengkulu, Ketua Komunitas RGL, Hershon (42) yang juga petani jeruk gerga asal Kelurahan Rimbo Pengadang mengatakan, dirinya menyayangkan sikap Pemkab Lebong yang dinilai lambat dari kabupaten induk.

"Kami protes, karena jeruk gerganya sudah dua kali dilaunching oleh bupati. Sedangkan, Lebong sudah punya hak paten atas nama RGL tapi jarang pernah ada kegiatan launching," ujar Cocon sapaan akrabnya, Sabtu (23/11).

Dalam pertemuan itu, kata Cocon, sejumlah komunitas jeruk gerga di Lebong mengeluhkan kurangnya perhatian Pemkab Lebong terhadap para petani jeruk yang ada di wilayahnya.

"Kami kurang diperhatikan. Selama ini untuk kebutuhan awal, para petani mulai secara mandiri. Mulai dari pemeliharaan lahan hingga produksi," tambah dia.

Dia tidak menapik selama ini ada dari instansi pemerintah kabupaten maupun provinsi melakukan penyuluhan, namun menurutnya pendampingan itu tidak maksimal.

"Yang kami butuhkan itu pengetahun soal hama, dan pemelihaan jeruk gerga dari pembukaan lahan, dan sapras pendukung hingga produksi. Sebaliknya, yang dilakukan selama ini hanya penyuluhan yang waktunya tidak menentu," lanjut dia.

Dia mengutarakan, produksi jeruk gerga tiap tahun di Kabupaten Lebong rata-rata mencapai 50 ton per musim atau tiap lima bulan sekali. Dimana harga standar kisaran Rp 15 sampai 25 ribu. Bahkan, tiap harinya sering dipasok keluar dari 5 hingga 10 ton.

"Pemkab harus evaluasi karena memang tidak ada perhatian khusus dengan para petani jeruk Lebong, beda dengan Rejang Lebong yang diperhatikan khusus oleh Pemkab Rejang Lebong. Jadi wajar, kalau mereka sudah maju selangkah," demikian Cocon.

Terpisah, perihal tersebut, Sekda Lebong, Mustarani saat dikonfirmasi melalui pesan singkat belum merespon. Begitu juga dengan, Kadis Pertanian dan Perikanan Lebong, Emi Wati melalui Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Sugiono. [tmc]


Komentar Pembaca