Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Pengelolaan Wisata Air Putih

Daerah  SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 19:05:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Gelapkan Uang Pengelolaan Wisata Air Putih

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Pengelolaan objek wisata Air Putih oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa setempat semakin memanas.

Bahkan, persoalan tersebut diseret ke meja hukum atas dugaan penggelapan sejumlah uang yang disinyalir dilakukan oleh Kades Tambang Saweak, Rusmedi.

Data terhimpun, pelapor bernama Munawar Khalik selaku Ketua Pokdarwis Air Putih melaporkan ke Mapolres Lebong tertanggal 22 November 2019.

Dalam pelaporannya, Ri disinyalir menyalahi tugas dan kewenangannya.
Kemudian, kepala desa tidak dibenarkan merangkap jabatan, dalam sktruktur yang dibentuk oleh kades dari awal telah ada dugaan KKN di dalam dana Pokdarwis.

"Pengelolaan wisata terhitung tahun 2017 hingga 2019 kelompok Pokdarwis, tetapi kades tidak mengakui kelompok tersebut, dan mengatakan pengelolaan atas nama perorangan," bunyi dalam laporannya.

Dia melanjutkan, Ri tidak mengakui SK Bupati nomor 112 tahun 2017 tertanggal 27 Maret 2017 tentang pembentukan Pokdarwis, dan menyatakan uang pendapatan hasil kelompok bukan dana kelompok, melainkan dana pribadi untuk kepala desa sendiri.

"Pemegang bendahara merupakan istri sendiri. Inikan aneh," tegasnya.

Adapun data rincian uang yang diduga digelapkan Rusmedi, yakni pada tanggal 01 Januari sebesar Rp 3 juta, tanggal 03 Januari Rp 2 juta, 11 Januari Rp 500 ribu, 13 Januari Rp 200 ribu, 11 Februari Rp 25 juta, dan Juni sebesar Rp 23 juta.

"Jadi, total ada Rp 53,7 juta uang kelompok. Dimana Rp 25 juta untuk setoran PAD, dan Rp 28 juta uang kelompok," tutupnya.

Baca juga: Kwitansi Setoran PAD Rp 25 Juta Beredar, Kadis Ngaku Tak Tahu-

Sementara itu, Kades Tambang Saweak, Ruemedi saat dikonfirmasi menepis atas pelaporan tersebut. Ia menegaskan selaku Wakil Ketua Pokdarwis Air Putih sudah mengikuti proses sesuai prosedur.

"Tidak ada penggelapan. Saya tidak tahu yang dilaporkan itu. Yang jelas, saya tidak makan duit orang karena yang mengelola sendiri," ucapnya.

Dia menuturkan, dirinya siap jika sewaktu dipanggil oleh aparat penegak hukum atas pelaporan tersebut. "Kita siap dipanggil. Karena saya merasa tidak bersalah," singkatnya.

Terpisah, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Polres Lebong, Iptu Andi Ahmad Bustanil mengaku, telah menerima pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan penggelapan uang Pokdarwis Air Putih.

"Iya, Dumas. Hari Kamis (21/11) kemarin sudah kita terima," kata Andi kepada RMOLBengkulu.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. "Kita pelajari dulu. Mungkin nanti akan kita klarifikasi," demikian Andi. [tmc]


Komentar Pembaca
China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00