Soal Jeruk Gerga, Rejang Lebong Diprotes

Daerah  KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 21:25:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Soal Jeruk Gerga, Rejang Lebong Diprotes

Launching Jeruk Gerga Rejang Lebong/ RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Komoditas jeruk gerga asal Kabupaten Rejang Lebong belakangan tengah hangat jadi perbincangan publik. Menyusul, Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi melaunching secara resmi, Rabu (20/11) kemarin.

Melihat kondisi itu, Pemkab Lebong protes keras soal kepemilikan nama tersebut. Hal itu sebagaimana disampaikan Kadis Pertanian dan Perikanan Lebong, Emi Wati melalui Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Sugiono.

Menurutnya, dirinya dipanggil Bupati Lebong, Rosjonsyah untuk mengklarifikasi terkait hak paten terhadap komoditas produk jeruk gerga tersebut.

"Tidak bisa kalau namanya Jeruk Gerga Rejang Lebong. Harusnya, jeruk gerga asal Lebong di Rejang Lebong," ujarnya kepada RMOLBengkulu, Kamis (21/11).

Baca juga: Jeruk Gerga Rejang Lebong Bakal Tembus Pasar Ekspor

Dia menceritakan kilas balik komoditas tersebut, persisnya pada akhir tahun 2005 hingga sekarang di Desa Rimbo Pengadang yang sekarang berubah menjadi Kelurahan Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang.

Jeruk tersebut awalnya dibawa oleh seorang perantau dari Sumatera Utara dari Daerah Kabanjahe bernama Gelora Bukit. Dimana pada tahun 2005 itu Gelora Bukit hanya menanam 12 batang.

Namun, setelah menghasilkan buah pertama lalu ditawarkan ke pasar buah yang ada di Jakarta sebagai parcel, atau tepatnya di beberapa pasar induk Jakarta.

"Ternyata disana banyak yang menanyakan ada stok banyak apa tidak. Diluar dugaan permintaan jeruk Rimbo Pengadang ternyata banyak sekali permintaan," jelasnya.

Atas dasar itu, kata Sugiono, saudara Gelora Bukit mulai memperbanyak benih di kebunnya di Kabupaten Lebong untuk pengembangan yang lebih luas dengan harapan untuk memenuhi permintaan pasar.

"Jeruk Rimbo Pengedang termasuk jeruk keprok. Namun demikian masih perlu diteliti atau dikaji lebih lanjut mengenai famili jeruk tersebut melihat dari sisi bentuk, kulit, warna dan keharuman, rasa serta lainnya mempunyai ciri yang sangat khusus," tambah dia.

Terkait status kepemilikan hak paten, ia mengaku saat ini pihaknya masih menelusuri administrasinya. Namun demikian, ia mengaku pihaknya sudah mengantongi formulir pendaftaran varietas lokal (jeruk gerga) yang ditujukan kepada Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman di Jakarta.
     
"Belum ketemu surat aslinya. Masih di Epan yang kini camat Lebong Atas. Dia yang nyimpan dulu," demikian Sugiono. [tmc]

Komentar Pembaca