Tergiur Jadi ASN, 2 Warga Bengkulu Selatan Kehilangan Rp 1,2 Miliar

Daerah  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 20:20:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Tergiur Jadi ASN, 2 Warga Bengkulu Selatan Kehilangan Rp 1,2 Miliar

saat korban di mintai keterangan

RMOLBengkulu. Polres Bengkulu Selatan (BS) menerima laporan dugaan penipuan berkedok penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Teranyar, 2 orang korban melapor ke polisi setempat.

Tergiur dengan iming-iming menjadi abdi negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BS, mereka kehilangan uang Rp 700 juta hingga Rp 510 juta. Total mereka tertipu sebesar Rp 1,2 miliar.

Kedua pelaku, yakni Ni yang merupakan pensiunan ASN. Sedangkan Mi adalah salah satu ASN aktif di Pemkab BS.

Kedua terlapor diadukan dua orang berbeda, yakni Ni dilaporkan Erna Nengsi Jalan A Yani Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Pasar Manna dengan penipuan sebesar Rp 700 juta untuk meloloskan ketiga keluarganya.

Sedangkan, Mi dilaporkan pelapor atas nama Veronica Warga Kecamatan Seginim atas penipuan sebesar Rp 510 juta untuk meloloskan dua orang keluarganya.

Demikian disampaikan Kapolres BS AKBP Deddy Nata melalui AKP Rahmat Hadi Fitrianto didampingi Ipda Priyanto Kanit Pidum Polres BS, Selasa (19/11).

"Ya kita sudah menerima laporan baru dalam kasus ini, dan laporan yang baru saja kita terima ini, ada kaitannya dengan laporan sebelumnya. untuk saat ini kita masih memproses kasus ini," kata dia.

Sementara itu, diketahui uang milik Veronica sebesar Rp 510 juta ditransfer sebanyak lima kali kepada terduga pelaku, masing-masing sebesar Rp 100 juta, Rp 300 juta, Rp 10 juta, dan terakhir Rp100 juta.

"Sebelumnya korban dimintai uang oleh Mi sebesar Rp 550 juta untuk meloloskan dua orang Keluarganya menjadi PNS. Namun, uang yang baru disetor sebesar Rp 510 juta," pungkasnya.

Untuk diketahui, total korban di daerah itu sejauh ini sebanyak 7 orang. Dimana sebelumnya 3 orang anak Mantan Camat Pasar Manna yang melaporkan dengan kerugian mencapai Rp 700 juta, kemudian 2 orang warga Ketaping Kecamatan Manna yang melapor dengan kerugian Rp 200 juta, serta 2 orang warga desa Durian Seginim.

Saat ini penyidik satreskrim polres BS masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti untuk proses hukum selanjutnya. [tmc]

Komentar Pembaca