Usia Ke-107 Muhammadiyah Diharapkan Loyal Pada Negara Tapi Tetap Kritis

Nusantara  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 08:16:00 WIB | LAPORAN: OGI MANSYAH

Usia Ke-107 Muhammadiyah Diharapkan Loyal Pada Negara Tapi Tetap Kritis

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin/Net

RMOLBengkulu. Organisasi Islam Muhammadiyah menginjak usia ke-107 pada Senin, (18/11).

Di usia yang menginjak satu abad lebih ini, ada harapan besar yang disampaikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

"Saya berharap organisasi ini tetap eksis dan menampilkan kiprahnya yang bermanfaat bagi umat manusia, tidak hanya bagi umat Islam,  (tapi) sejalan dengan misi rahmatan lil alamin," harap Din di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Din menuturkan, Muhammadiyah sebagai gerakan masyarakat madani atau biasa disebut civil society organization harus menjadi penyeimbang, mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah.

"Karena Muhammdiyah punya perinsip tentang amar ma'ruf nahi munkar. Maka Muhammadiyah jangan kehilangan elan vital sebagai mitra kritis pemerintah," lanjut Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Sebagai ormas Islam yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia, Muhammadiyah diharapkan tidak terjelembab politik kekuasaan yang mengarah pada tumpulnya peranan ormas selaku civil society. Hal ini juga diharapkan kepada ormas lain selain Muhammadiyah.

Sebab, kata dia, ketika partai-partai politik tidak lagi menjadi agen perubahan, maka ormas harus tetap menjaga tugas tersebut.

"Di tengah suasana terakhir ini, kekuatan-kekuatan sosial politik kita secara umum banyak yang tiarap. Maka harapan kita kepada ormas, jangan kehilangan elan vital kemandiriannya," harapnya.

Lebih lanjut, Din menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak boleh kehilangan daya kritis jika pemerintah sudah menyimpang dari UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

"Bukan ingin mengganti dasar negara, menggangu negara, kemudian menggoyangkan pemerintahan yang sah. Saya kira Muhammadiyah loyal dan kritis. Loyal pada negara Pancasila namun tidak kehilangan kritisnya," tegasnya.

"Nah, ini yang saya kira perlu dilakukan oleh Muhammadiyah ke depan," tutupnya. dilansir RMOL.ID. [ogi]




Komentar Pembaca