Ramai-Ramai Warga Datangi Polres Mukomuko Tolak Adanya Quarry Di Pondok Panjang

Daerah  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 , 15:26:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Ramai-Ramai Warga Datangi Polres Mukomuko Tolak Adanya Quarry Di Pondok Panjang

Masyarakat Pondok Panjang Saat Menyampaikan keluh kesah ke Polres Mukomuko/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Senin (18/11) pagi puluhan masyarakat desa pondok panjang mendatangi Mapolres Mukomuko untuk melaporkan dugaan pemalsuan dokumen terkait berdirinya sebuah quarry di desa tersebut, yang disinyalir data persetujuan dari desa dipalsukan oleh oknum pemilik quarry untuk mendapatkan izin berdirinya kuari tersebut.

Saripudin salah satu warga Pondok Panjang yang mendatangi Polres mengaku dirinya tidak menyetujui bila di lokasi yang sekarang akan dijadikan quarry diberikan izin untuk pembukaan quarry karena menurutnya quarry tersebut nantinya akan mengancam rumah penduduk yang berada di sekitar lokasi serta persawahan yang baru saja dibuka.

"Kami sangat mengharapkan agar penegak hukum dapat membantu kami warga yang nantinya menjadi korban, baik tempat tinggal kami maupun lahan pertanian kami," harap Saripudin.

Dikatakan Hendra Taufik selaku kuasa hukum dari masyarakat desa Pondok Panjang yang melaporkan dugaan pemalsuan dokumen untuk perizinan berdirinya quarry di desa tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya sebelum melapor ke Polres sudah berusaha untuk menyelesaikan permasalahan ini di tingkat Polsek V Koto. Namun tidak ada tindak lanjut sehingga pihaknya memutuskan untuk melaporkan langsung permasalahan ini ke Polres Mukomuko.

"Harapnnya penegak hukum bisa mengusut tuntas masalah ini. Karena ini merupakan dugaan pemalsuan dokumen sehingga bisa keluar ijin quarry tersebut. Karena warga sekitar tidak pernah memberikan ijin untuk pembukaan quarry didaerah tersebut," jelas Hendra.

Sementara itu pihak Polres Mukomuko melalui Wakapolres Kompol Tigor Lubis mengungkapkan bahwa pihaknya hari ini telah menerima laporan dan akan segera menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu dekat.

"Kita akan selidiki dan usut tuntas permasalahan ini, karena warga sekitar tidak menyetujui akan dibukanya pertambangan di daerah tersebut," ungkap Tigor.

Ditambahkannya pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya termasuk dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko untuk menyelidiki seperti apa sebenarnya permasalahan yang dilaporkan oleh masyarakat desa pondok panjang ini.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan,  sehingga kita tau kenapa ijin tersebut bisa sampai dikeluarkan," pungkas Wakapolres. [ogi]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:03:00

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 09:46:00