Diwarning Dirut Bank, Yusal Vedo Siap Lepas Jabatan Demi Pilkada

Politik  MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 19:23:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Diwarning Dirut Bank, Yusal Vedo Siap Lepas Jabatan Demi Pilkada

Yusal Vedo saat mendaftarkan diri ke DPC Gerindra Lebong/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Direktur Bank Bengkulu, Agus Salim mengimbau jajarannya untuk tidak melakukan politik praktis selama mengemban tugas. Mengingat sebentar lagi Provinsi Bengkulu akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Menurutnya, sama halnya dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun TNI-Polri, bahwa barang siapa yang ingin terlibat dalam kontestasi Pilkada 2020 harus mengundurkan diri.

"Bank Bengkulu sendiri bagian dari BUMD, jadi tidak boleh. Tetapi kalau secara resmi diterima sebagai calon, dia harus resign atau berhenti terlebih dahulu. Kalau hanya sekedar simpatisan saja dia tidak perlu resign," kata Agus Salim, Minggu (17/11) kepada RMOLBengkulu.

Dia tidak menapik aturan itu berlaku bagi karyawannya, yakni Yusal Vedo yang kini bertugas di Cabang Pembantu Bank Bengkulu Tes, sudah mendaftar ke sejumlah Partai Politik (Pilkada) untuk ikut bertarung di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebong.

Tidak dipungkirinya harus mengundurkan diri apabila sudah resmi terdaftar sebagai peserta Pilkada 2020 mendatang. "Untuk Bank Bengkulu sendiri sudah jelas ada aturannya. Karyawan kita  tidak boleh berpolitik, kalau hanya sekedarnya saja ya tidak apa-apa," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Perwakilan Bengkulu, Yusri menambahkan, bahwa OJK tidak mengatur kebijakan internal karyawan di setiap perbankan, melainkan hanya mengatur operasionalnya saja.

"Tergantung kebijakan internal Bank nya. OJK tidak mengaturnya. Karena yang kita atur adalah operasionalnya harus sesuai dengan kententuan," singkat Yusri.

Terpisah, Kepala Cabang Pembantu Bank Bengkulu Tes, Yusal Vedo dikonfirmasi, menyatakan siap melepas jabatannya dari Bank Bengkulu demi mengikuti kontestasi Pilkada Lebong 2020.

"Kalau di undang-undang seperti itu. Berarti kita harus mundur dari jabatan. No problem (jabatan, red) lah itu," tegasnya.

Dia mengutarakan, maju dalam Pilkada Lebong merupakan hak setiap orang sebagai warga negara. Dimana, bagi siapapun warga Lebong diperbolehkan maju dalam perhelatan Pilkada tanpa harus ada sekat.

Lebih jauh, ia mengaku, sebagai generasi penerus ingin menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat melalui kebijakan politiknya.

"Kita ini kan generasi muda. Intinya kita mempunyai kewajiban untuk menuangkan pikiran kita untuk memajukan daerah. Kalau jalurnya, ya sebagai kepala daerah," sambungnya.

Vedo menegaskan, telah menunjukan keseriusannya untuk bertarung dalam panggung politik tersebut. Terlebih, dirinya belakangan ini sudah menjajaki maju lewat jalur partai politik.

"Makanya kita cuman tempuh ke jalur partai. Apabila partai berkenan dan ada kimestrinya, ya kita tetap jalan. Kalau tidak, kita berhenti di tempat. Makanya, kita tidak tempuh jalur independen," demikian Vedo. [tmc]



Komentar Pembaca