Permintaan SKCK Di Polres Rejang Lebong Meningkat

Daerah  SABTU, 16 NOVEMBER 2019 , 19:29:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Permintaan SKCK Di Polres Rejang Lebong Meningkat

Sejumlah warga mengurus SKCK di Mapolres RL/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Meski Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak membuka perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), namun permintaan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) mengalami peningkatan signifikan.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kasat Intelkam, AKP Totok Widihartanto mengatakan, meski di Rejang Lebong tidak ada seleksi CPNS, namun bagi warga yang hendak mengikuti tes CPNS di daerah lain, harus mengurus SKCK di daerah asal.

"Pengurusan SKCK dilakukan di daerah asal sesuai dengan alamat KTP nya, sehingga pelamar dari Rejang Lebong yang akan ikut seleksi CPNS di daerah lain tetap membuatnya di sini," kata AKP Totok Widihartanto kepada awak media.

Peningkatan permintaan penerbitan SKCK itu sendiri menurut dia terjadi sejak hari pertama pembukaan lamaran CPNS secara nasional, yakni sejak Senin (11/11) lalu, dalam seharinya setidaknya 100 lembar SKCK yang diterbitkan.

"Kalau hari biasanya yang mengurus SKCK ini antara 10 sampai 20 orang saja, tetapi sekarang perharinya lebih dari 100 orang," bebernya.

Untuk membuat SKCK ini pihaknya memberikan pelayanan cepat, dengan melakukan koordinasi dengan bagian identifikasi Reskrim sehingga warga yang akan membuat SKCK ini rekam jejaknya bisa diketahui dengan jelas.

Dalam SKCK tersebut dijelaskan dia, akan terdapat rekam jejak yang bersangkutan, apakah pernah melakukan tindak pidana atau tidak, dimana dalam SKCK itu terdapat kolom khusus catatan kriminal.

"Selain warga yang akan melamar CPNS, kami juga sudah menerbitkan beberapa SKCK untuk calon peserta Pilkada Rejang Lebong 2020 serta calon peserta Pilkades," imbuhnya.

Bagi yang ingin mengurus SKCK ini selain dapat dilakukan melalui interbet juga dapat datang langaung ke Mapolres Rejang Lebong, yang membuat melalui internet masih harus datang langsung ke kantor polisi karena harus mengambil lembaran asli SKCK, dalam pembuatan SKCK itu dikenakan biaya sebesar Rp 30.000 sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP. [tmc]

Komentar Pembaca