Dinilai Belum Ideal, UMKM Bengkulu Perlu Dioptimalkan

Nusantara  JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 19:09:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Dinilai Belum Ideal, UMKM Bengkulu Perlu Dioptimalkan

Anzori Tawakal /RMOL Bengkulu

RMOLBengkulu. Saat ini jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Bengkulu baru menghasilkan 59.000 pekerja, dari jumlah UMKM yang ada di Bengkulu yaitu 42.415 UMKM.

Hal ini dinilai belum mencapai angka ideal, dan perlu adanya pengoptimalan yang lebih baik lagi dari para pelaku UMKM yang ada di Bengkulu. Seperti Sumber Daya Manusia nya itu sendiri.

Diungkapkan oleh Kepala Biro Ekonomi dan SDA Sekretariat Daerah Provinsi  Bengkulu,  Anzori Tawakal, bahwa  peran UMKM di bidang pertumbuhan ekonomi sangat besar. Bahkan mampu menghasilkan 60 persen untuk pertumbuhan ekonomi nasional.

"Angka cukup sudah luar biasa, namun belum bisa dikatakan ideal. Sebab, kalau idealnya untuk pengembangan UMKM ada di 5 persen dari jumlah penduduk. Kalau jumlah penduduk  2 juta maka pekerja yang diserap  bisa 100 lebih pekerja ," kata Anzori Tawakal , Jumat (15/11) kepada RMOLBengkulu.

Lebih lanjut, Anzori menyebutkan bahwa yang menjadi persoalan dalam mengembangkan UMKM adalah SDM yang belum optimal dalam mengelolah produk. Tidak hanya itu, tetapi juga lemah akan pemasaran dan pembiayaan.

"Pada dasarnya , Pelaku UMKM itu harus memiliki skill. Sehingga jika sudah ada skill maka akan mengalami perkembangan dalam memgelolah UMKM itu sendiri," sambungnya.

Sementara, pemerintah saat ini telah berupaya mengoptimalkan UMKM Bengkulu melalui pembiayaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Selain itu penguasaan teknologi juga berpengaruh untuk peningkatan daya saing.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (Kabag Pengawasan LJK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Asnawati. Kalau OJK selalu membantu dalam akses pembiayaan UMKM seperti KUR dan UMi yang mana jasa keuangannya berada dalam pengawasan OJK.

"Untuk penyaluran KUR sendiri sampai pada bulan Agustus sudah mencapai Rp. 1,1 Triliun dengan jumlah debiturnya yaitu ada 33 ribu dan telah mengalami peningkatan secara terus-menerus,"  ucap Asnawati usai memberikan pameteri Kepada Pelaku UMKM Bengkulu.

Dengan demikian, Asnawati berharap UMKM Bengkulu bisa terbantu dengan pemahaman bagaimana memperoleh akses dalam segi permodalan, kapasibility billing serta peningkatan pada UMKM nya sendiri.

" Kegiaatan Workshop yang di gelar Bank Indonesia ini sinerginya cukup bagus, sehingga bisa meningkatkan UMKM dan disini juga dihadirkan jasa perbankan langsung dan OJK memfasilitasi untuk permodalan," tutup Asnawat. [ogi]

Komentar Pembaca