Petahana Gampang "Ditembak"

Daerah  JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 13:33:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Petahana Gampang

Praktisi Hukum, Muslim Chaniago/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pengamat sekaligus Praktisi Hukum Kabupaten Mukomuko, Muslim Chaniago menila, calon petahana di daerah itu mudah "ditembak" alias dibidik para pesaingnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Sebab, pencapaian pembangunan Bupati Mukomuko, Choirul Huda akan dijadikan sebagai bahan dalam kontestasi Pilkada 2020.

"Tantangannya disitu. Jika pemilih ini merasa kinerja petahana sudah baik, kemungkinan untuk memilih petahana besar. Tapi juga berlaku sebaliknya," kata Muslim, kemarin (14/11).

Masih kata Muslim, lain halnya dengan para calon yang belum berada di ekskutif dalam beberapa tahun terakhir ini justru memperoleh banyak harapan dari masyarakat.

Walaupun demikian, lanjut Muslim, sepak terjang para calon lain turut juga akan menjadi sorotan. Pemilih bisa menilai lebih baik, bisa juga lebih buruk, tergantung dari program yang ditawarkan.

"Saya melihat, akan adu strategi pada Pilkada Mukomuko nanti, jika incumbent maju lagi. Penantang akan menjual program-program baru yang dianggap bisa menyelesaikan persoalan daerah, sementara incumbent akan lebih banyak menjual pembangunan yang sudah dilaksanakan saat menjabat pada periode pertama. Saya melihatnya akan begitu," demikian Muslim.

Untuk diketahui, jelang Pilkada Kabupaten Mukomuko, sudah ada sejumlah nama yang menyatakan siap maju pada 2020 mendatang. Nama-nama yang santer ditengah publik itu tidak terkecuali Bupati saat ini, Choirul Huda, dan Wabup saat ini, Haidir.

Adapun tiga nama kuat yang digadang-gadang siap menantang petahana yaitu, Sapuan, Kuwatono dan Yulia Susanti. Kelima nama ini sudah mendaftarkan diri ke sejumlah partai politik yang sudah membuka penjaringan Cakada. [tmc]

Komentar Pembaca