Ayah Dan Anak Ditangkap, Diduga Curi Batu Split Di Bekas Tambang

Hukum  JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 12:44:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Ayah Dan Anak Ditangkap, Diduga Curi Batu Split Di Bekas Tambang

Kedua tersangka saat diperiksa penyidik di Mapolres Lebong/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Polres Lebong menangkap dua tersangka yang diduga mencuri batu split di Desa Karang Dapo Atas, Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, persisnya di bekas tambang batu (Galian C).

Keduanya merupakan Bahder Johan (74) warga Karang Dapo Atas dan Nata Kanada (43) warga Karang Dapo Bawah Kecamatan Bingin Kuning. Ayah dan anak tersebut diduga telah berulang kali melakukan tindak pidana pencurian disertai pemberatan.

Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Iptu Andi Ahmad Bustanil mengatakan, pelaku ditangkap setelah adanya laporan warga bahwa kedua terduga pelaku kerap memasok batu split dari TKP.

Bahkan, diperkuat surat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Anak (SDM) Provinsi Bengkulu, bahwa bekas galian C di daerah itu sudah tidak memiliki izin.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit dump truk yang berisi batu split sebagai kendaraan yang disinyalir digunakan para pelaku.

Modus yang digunakan pelaku dalam melakukan kejahatan, ia menjual hasil penumpukan batu split dengan dump truk yang sudah tidak berizin. Atas dasar itu, keduanya diduga telah mencuri Sumber Daya Alam (SDA) di daerah itu.

"Komplotan ini tidak hanya sekali mengambil batu split, tetapi berulang kali dengan dump truk. Dalam kurun waktu cepat mengambil batu split itu," ujarnya.

Selang dari pengambilan menggunakan damp truk, pada Kamis (14/11), pelaku datang membawa dump truk mengambil sekaligus beberapa kubik batu split.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku Bahder Johan, Kamis (14/11) kemarin terungkap, kejahatan yang dilakukan bersama pelaku lain bernama Nata Kanada.

"Bahder Johan kita amankan sekitar pukul 14.30 WIB. Sedangkan, Nata Kanada diamankan sejam kemudian," tegasnya.

Saat ini kedua pelaku dan barang bukti diamankan di balik jeruji besi Mapolres Lebong guna proses penyidikan lebih lanjut. Atas tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang berulang, ia disangkakan dengan Pasal 363 KUHP JO dengan ancaman maksimal 8 tahun penjara. [tmc]

Komentar Pembaca