Belum Ada Peminat, Lembaga Independen Dicari KPU

Politik  JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 08:12:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Belum Ada Peminat, Lembaga Independen Dicari KPU

Ilustrasi Pilkada Serentak/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Untuk mengawasi gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong membuka pendaftaran bagi lembaga independen.

Lembaga yang dimaksud mulai dari lembaga pemantau, lembaga pelaksana survei atau jejak pendapat, dan lembaga pelaksana penghitung cepat.

Untuk jadwal pendaftarannya sendiri dilakukan berbeda. Khusus lembaga pemantau pendaftaran dibuka pada tanggal 1 November 2019 hingga 16 September 2020.

Sementara pendaftaran bagi lembaga pelaksana survei atau jejak pendapat, dan lembaga pelaksana penghitung cepat dibuka dari tanggal 1 November hingga tanggal 23 Agustus 2020.

Ketua KPU Lebong, Shalahuddin Al Khidhr didampingi Sekretaris Hendrivan mengatakan, lembaga pemantau independen tidak boleh terkait dengan partai politik (parpol).

"Tentunya kita lihat siapa saja pengurusnya, dan semoga saja tidak ada yang berafiliasi terhadap parpol dan lainnya. Agar benar-benar menjaga independensi," tutur Khidhr, Rabu (13/11) lalu.

Sementara itu, ia menambahkan, lembaga pemantau independen nanti akan melaksanakan beberapa tugas. Namun, ia memastikan tugas tersebut bersifat sukarela tanpa diberikan honor.

"Sama tugasnya nanti mulai dari memantau pelaksana Pilkada, survei, hitung cepat, dan juga jejak pendapat selama proses tahapan Pilkada Lebong 2020 berlangsung," ujarnya.

Dia menambahkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh lembaga yang ingin mendaftarkan diri sebagai pemantau.

"Lembaga harus independen, sumber dana yang masuk harus jelas dan juga terakreditasi oleh KPU. Untuk lengkapnya cek di website," tegasnya.

Nantinya, lanjutnya, setelah mendaftar, lembagai itu akan diperiksa secara rinci persyaratan yang diminta KPU Lebong. Lebih jauh, ia menerangkan tidak ada honor bagi para pegawai.

"Setelah dinyatakan sesuai, maka baru bisa bekerja dan memiliki legitimasi yang kuat untuk bersama-sama menjadi lembaga pemantau atau pun lembaga survei," tutupnya. [tmc]



Komentar Pembaca