Disparpora Dipanggil Soal PAD, Rapat Tiba-tiba Tertutup

Daerah  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 18:35:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Disparpora Dipanggil Soal PAD, Rapat Tiba-tiba Tertutup

Saat rapat berlangsung/BKD Lebong

RMOLBengkulu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong menggelar rapat pembahasan target, dan realisasi pengelolaan objek wisata Air Putih dan Arung Jeram di Kabupaten Lebong.

Rapat dengan memanggil Dinas Pariwisata dan Pemuda (Disparpora) Kabupaten Lebong beserta sejumlah pihak terkait itu, digelar di ruang rapat internal Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Selasa (12/11) pagi.

Rapat yang dijadwalkan mulai sekitar pukul 08.30 WIB itu dilakukan secara tertutup bagi awak media yang ingin mengikuti rapat tersebut.

Namun, Informasi yang berhasil dihimpun, rapat dipimpin langsung Asisten III Setda Lebong, Sumiati didampingi Plt Kepala BKD Lebong beserta jajaran, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Lebong, Andrian.

Hadir juga Camat Pinang Belapis Herwantoni, dan Kades Tambang Sawah Rusmedi, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Putih.

Hanya saja, dalam rapat kali ini tidak tampak Kadis Parpora Lebong, Frans Julai Simanjuntak. Begitu juga dengan Kabid Pariwisata, Mahrul. Dinas Parpora hanya diwakilkan staf di Dinas Parpora Lebong.

Sementara itu, Plt Kepala BKD Lebong, Erik Rosadi dikonfirmasi usai rapat tak menapik jika pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup. Pasalnya, memerlukan pembicaraan khusus, mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekor pariwisata.

"Pada intinya kita rapat memetakan permasalahan terkait tidak tercapainya PAD dari sektor pariwisata," ujarnya kepada RMOLBengkulu

Dia menjelaskan, dalam kesempatan itu pihaknya juga meminta keterangan dari Pokdarwis Air Putih, Camat hingga Kades Tambang Sawah. Dengan harapan agar kedepannya ada pembenahan sektor pariwisata di daerah itu.

"Paling tidak kedepan sebelum jatuh tempo, target PAD (Pariwisata, red) bisa tercapai," demikian Erik. [tmc]



Komentar Pembaca