Pangkalan Dilarang Menjual LPG 3 Kg Ke Pengecer

Pemerintah Kota Bengkulu  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 13:50:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Pangkalan Dilarang Menjual LPG 3 Kg Ke Pengecer

Dewi Dharma/ Kadisperindag Kota Bengkulu

RMOLBengkulu. Kelangkaan tabung gas melon atau gas 3 kilogram (kg) di beberapa kecamatan di Kota Bengkulu memang sudah cukup bisa diatasi. Namun, masyarakat masih mengeluhkan tingginya harga eceran tabung gas yang mencapai 30 hingga 40 ribu.

Salah seorang masyarakat bernama Titik mengungkapkan, bahwa dirinya yang biasa berjualan bubur di sekitaran Kelurahan Nusa Indah Kota Bengkulu ini sering membeli tabung gas 3 kg dengan harga 40 ribu.

"Saya kan sehari-hari jualan bubur, biasanya beli gas 3kg dengan harga 40 ribu. Itupun terkadang gasnya ngga ada," keluh Titik.

Dirinya pun meminta kepada pemerintah menertibkan pedagang eceran maupun pangkalan yang menjual tabung gas melebihi HET.

"Kami berharap pemerintah segera menertibkan pangkalan dan pengecer yang menjual tabung gas melon di atas HET. Selain harga yang mahal, tabung gas melon ini pun sering langka karena permainan pengecer yang ingin menaikkan harga," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kadisperindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma mengaku sudah sering melakukan sidak, dan menegur pangkalan gas bahwa tidak boleh menjual tabung gas melon 3kg kepada pedagang eceran.

"Pangkalan tidak boleh menjual tabung gas ke pengecer, karena diduga perusak harga elpiji melon ini di pengecer. Karena sesuai aturan bahwa harga eceran tertinggi (HET) itu 15.3000 maksimal dibawah 20 ribu," ungkap Dewi saat melakukan sidak di PTM dan Mega Mall belum lama ini.

Dirinya menegaskan, bahwa masyarakat ataupun aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh membeli tabung gas melon 3 kg. Sebab, tabung gas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah.

"Pangkalan harus menjual kepada yang benar-benar membutuhkan jangan ke pedagang eceran. Karena kalau masyarakat harus membeli ke pedagang eceran kan kasihan karena harus membeli dengan harga mahal," tutupnya. [tmc]

Komentar Pembaca