Polemik Urung Selesai, Lagi Warga Teluk Sepang Bawa Tuntutan Ke Dewan

Pemerintah Kota Bengkulu  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 17:12:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Polemik Urung Selesai, Lagi Warga Teluk Sepang Bawa Tuntutan Ke Dewan

Polemik Urung Selesai, Lagi Warga Teluk Sepang Bawa Tuntutan Ke Dewan

RMOLBengkulu. Polemik atas dibangunnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Teluk Sepang belum juga berakhir. Kali ini masyarakat yang tinggal wilayah Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu kembali membawa beberapa tuntutan ke DPRD Kota Bengkulu.

Seperti yang diungkapkan, salah satu warga setempat, Ujang Usman, bahwa tujuan mereka datang menemui anggota DPRD Kota, yaitu untuk menyelesaikan konflik antara warga dengan pihak PLTU Teluk Sepang sekalipun memenuhi tuntutan dari masyarakat.

"Jadi kita hari ini datang dan melakukan hearing dengan komisi II DPRD Kota Bengkulu. Kita minta fasilitasi agar warga yang terkena dampak PLTU ini dapat ikut bekerja disana," kata Ujang usai mengikuti hearing bersama anggota dewan di Kantor DPRD Kota Bengkulu, Rabu (6/11).

Mereka juga mengancam akan kembali melakukan aksi turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi dan pihak perusahaan membuat kebijakan yang dapat merugikan warga disekitar lokasi PLTU Teluk Sepang.

"Harapan kita nanti dewan akan memanggil pihak-pihak terkait dan polemik ini segera berakhir. Kalau pada akhirnya tidak dipenuhi, maka kami warga Teluk Sepang akan kembali melakukan aksi di jalan tentunya dengan massa yang lebih banyak dari aksi beberapa waktu lalu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua komisi II DPRD Kota Bengkulu, Indra Sukma mengaku akan meninjau langsung PLTU dalam waktu dekat, dan akan memanggil pihak terkait untuk mencari solusi terkait polemik warga dengan PT PLTU Teluk Sepang.

"Kita akan tinjau dulu ke lokasi, insyaallah senin ya kalau tidak ada halangan. Kemudian kita juga akan lakukan pemanggilan kepada beberapa pihak terkait seperti dinas tenaga kerja untuk mencari solusi terbaik," jelasnya.

Adapun kelima tuntutan dari warga Teluk Sepang, yaitu:

1. Menuntut PT PLTU Teluk Sepang untuk merekrut tenaga kerja lokal warga Teluk Sepang sesuai dengan UU ketenagakerjaan.

2. Memberikan CSR kepada warga Teluk Sepang (fisik maupun nonfisik).

3. Selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat mulai dari RT,RW dan tokoh masyarakat.

4. Pihak PLTU harus bertanggungjawab apabila terjadi dampak negatif terhadap masyarakat maupun lingkungan.

5. Menuntut kepada pemerintah untuk memberikan jalan alternatif kepada warga Teluk Sepang kecuali jalan Pelindo. [tmc]

Komentar Pembaca