Dua OPD Rejang Lebong Belum Sumbang PAD

Daerah  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 12:53:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Dua OPD Rejang Lebong Belum Sumbang PAD

Hari Mulyawan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Berdasarkan catatan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Rejang Lebong, hingga memasuki akhir tahun 2019 ini masih terdapat dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) didaerah itu yang belum sama sekali mendapatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kabid Bidang Pendapatan dan Penagihan BPKD Rejang Lebong Hari Mulyawan mengungkapkan, dua OPD yang belum menyumbangkan PAD tersebut yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi dan UKM.

"Ada dua OPD yang realisasi penerimaan PAD nya masih nol, yakni Diskominfo dan Dinas Perdagangan," kata Hari dikonfirmasi RMOL Bengkulu.
Disebutkan Hari, target penerimaan PAD Diskominfo sebesar Rp. 48.951.000 yang bersumber dari pajak menara tower telekomunikasi, sedangkan target penerimaan PAD Dinas Perdagangan sebesar Rp. 50.000.000.

"Berdasarkan keterangan pihak Diskominfo, penerimaan PAD nya masih nol karena pembayaran pajak tower dilakukan ada akhir tahun, sedangkan Dinas Perdagangan sendiri informasinya karena ada penundaan waktu terkait program yang dijalankan," bebernya.

Sementara itu, secara keseluruhan realisasi penerimaan PAD Kabupaten Rejang Lebong hingga September 2019 kemarin, disebutkan Hari sudah mencapai 52 persen dari target Rp. 99,9 miliar atau terealisasi sebesar Rp. 52 miliar yang dihimpun dari 14 OPD.

Capaian realisasi PAD srmentara tahun ini tertinggi diraih oleh Puskesmas Curup yang sudah mencapai 84,4 persen dari target Rp 1,3 miliar atau terealisasi sebesar Rp1,1 miliar, sedangkan terendah Dinas Pertanian dari Perikanan Rejang Lebong dari target Rp190 juta baru terpenuhi Rp31,9 juta atau 16,7 persen.
Dia menambahkan, PAD yang ditargetkan sebesar Rp99,9 tersebut terdiri dari beberapa macam penerimaan diantaranya pajak daerah yang sudah teralisasi sebesar 68 persen dari target Rp. 15,4 miliar, kemudian retribusi daerah terealisasi sebesar 47 persen dari target 5,1 miliar, selanjutnya hasil pengelolaan kekayaan daerah sudah terealisasi 34,3 persen dari target Rp4,6 miliar. Serta lain lain penerimaan yang disahkan mencapai  50 persen dari target sebesar Rp73,8 miliar.

"Kita optimis penerimaan PAD tahun ini mencapai target, karena memang pada akhir tahun trend nya mengalami peningkatan," demikian Hari. [ogi]

Komentar Pembaca
Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Ini Kandidat Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Ini Kandidat Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 18:45:00