Pengedar Sekaligus Pemakai Ganja Kembali Diringkus

Hukum  JUM'AT, 04 OKTOBER 2019 , 20:31:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Pengedar Sekaligus Pemakai Ganja Kembali Diringkus

Tersangka pengedar/pemakai ganja diruang tahanan polda Bengkulu/ RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pihak Ditresnarkoba Polda  Bengkulu Kamis malam (3/10) kembali mengamankan 1 tersangka tindak pidana narkotika diwilayah hukum Polda Bengkulu.

Tersangka KH alias Kristian Hadinata (31) warga Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan k'Kampung Melayu, Kota Bengkulu diamankan pihak Ditnarkoba Polda Bengkulu atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Berdasarkan data yang dihimpun RMOLBengkulu, bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah akan seringnya terjadi transaksi narkotika jenis ganja di  jalan Ir. Rustandi Pulai Baii, Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Dari laporan tersebut,  anggota melakukan pengamatan dan pengintaian yang tidak lama kemudian dilakukan penangkapan  dan penggeledahan yang disaksikan warga setempat dengan mengamankan beberapa barang bukti dari TKP.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Ditresnarkoba Polda Bengkulu tersangka juga menggunakan barang haram tersebut yang sebelumnya didapat dari salah satu napi  dari lapas Bentiring Kota Bengkulu.

Sementara itu,  tersangka KH mengaku bahwa dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari napi lapas bentiring dengan mentransfer uang yang kemudian diantarkan oleh orang lain dengan ke dirinya dengan cara bertemuan di Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu.

"Untuk beratnya saya tidak tahu,  saya belinya dengan harga 300 ribu," ucap KH.

Ayah dua anak ini juga mengaku bahwa ganja yang disita ini tidak pakai untuk pribadi melainkan untuk menggantikan uang rekannya yang dipakai untuk membayar kredit motor.

"Ganja ini nantinya akan saya jual dan uangnya untuk membayar kredit motor," tutup KH.

Berdasarkan hasil penangkapan tersebut,  Ditresnarkoba Polda Bengkulu berhasil mengamankan 2 paket ganja yang dibungkus kertas putih dan kertas coklat,  2 unit handphone,  1 buah dompet yang berisi uang 200 ribu rupiah. [ogi]

Komentar Pembaca