"Digoyang" Mantan Kabid, Kadis Irit Bicara

Daerah  SABTU, 31 AGUSTUS 2019 , 08:39:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

M Taufik Andari/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong, M Taufik Andari menyangkal tuduhan mantan Kabid Dikdas Dikbud Lebong berinisial Ap, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pemotongan kegiatan vakasi penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) jenjang SD dan SMP tahun 2017 tersebut.

Ia menegaskan, bakal menunggu keputusan mengenai keseluruhan penyidikan kasus yang sudah menyeret Ap sebagai tersangka tersebut.

"Kalau soal kasus saya no komen," kata Taufik saat dikonfirmasi, Kamis (29/8) lalu.

Di sisi lain, ia mengaku siap dipanggil penyidik Kejari Lebong untuk memberikan keterangan terkait rencana pengembangan kasus dugaan korupsi tersebut.

"Intinya saya siap beri keterangan kalau memang itu diperlukan," demikian Taufik.

Baca juga: Anggaran Kebencanaan Seharusnya Lebih Diutamakan Ketimbang LCC

Untuk diketahui, sebelumnya Kejari Lebong hanya menetapkan tersangka tunggal ASN di lingkungan Pemkab Lebong berinisial Ap sebagai tersangka, Selasa (27/8) lalu.

Penetapan tersangka ini terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan kegiatan vakasi penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) jenjang SD dan SMP tahun 2017.

Baca juga: Wawan: Jangan Asal Bangun

Kegiatan ini merupakan milik Dikbud Lebong berjumlah Rp 387 juta yang bersumber dari APBD Lebong Tahun Anggaran (TA) 2017.

Dalam keterangannya, dirinya yang hanya sebatas mantan kabid itu merasa dikorbankan dalam perkara tersebut. [tmc]


Komentar Pembaca