Kesepakatan Dilanggar, Pedagang Tabut 2019 Protes

Pemerintah Kota Bengkulu  SABTU, 31 AGUSTUS 2019 , 08:29:00 WIB | LAPORAN: AAN SUGIMAN

Kesepakatan Dilanggar, Pedagang Tabut 2019 Protes

Keramik guci saat diturunkan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kesepakatan zonazi dagangan pada tabut 2019 diinilai hanya seremonial saja. Sebab, pedagang yang menempati lapak di dalam pasar ini menuntut Pemkot segera menertibkan keberadaan pedagang liar.

Menyusul adanya penjualan keramik guji di sebelah kantor PLN yang masuk dalam kawasan steril para pedagang.

Salah satu pedagang Indra menjelaskan, bahwa memang ada kesepakatan tidak boleh berjualan di lokasi tertentu. Namun, nyatanya masih ada yang melanggar kesepakatan tersebut.

Menurut dia, sejumlah pedagang telah menaati sebatas di wilayah-wilayah yang disepakati sebagai wilayah bebas aktivitas lapak.

"Kami cuma minta kepada aparat terkait supaya yang berjualan di dalam lahan steril ditertibkan. Sesuai kesepakatan tidak boleh ada yang berjualan di dalam garis lahan steril," ucapnya kepada RMOLBengkulu, kemarin (30/8).

Menurutnya, ini sebagai bentuk penolakan kehadiran yang dinilai pedagang banyak pelanggaran yang dilakukan pengelola.

Padahal, tegasnya, ada 40 tenda dan lahan yang masih kosong disediakan.

"Kalau memang begitu kami juga mau berjualan di lahan steril. Balikkan saja DP kami kami juga mau julan di dalam lahan seteril," tutupnya.

Pantauan RMOLBengkulu, ada 4 unit truk menurunkan guci keramik untuk dijual pada acara tabut. Dibincangi salah satu pedagang mengaku, bahwa ia sudah mendapatkan izin dengan seseorang melalui telepon seluler.

"Saya tidak tau lahan yang disterilkan batas mana kami sudah meminta izin dengan orang sini lewat telepon 7 hari yang lalu," ucapnya. [tmc]

Komentar Pembaca