Dalam Dua Hari, Polres Panen Pengedar Dan Pengguna Ganja

Daerah  KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 , 16:47:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Dalam Dua Hari, Polres Panen Pengedar Dan Pengguna Ganja

Kapolres beserta jajaran saat menggelar jumpa pers/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Satres Narkoba Polres Lebong bekuk tiga orang yang meliputi pengguna hingga pengedar narkotika jenis ganja dalam kurun waktu dua hari atau dari tanggal 19 hingga 20 Agustus 2019.

Mereka ditangkap di lokasi berbeda pada tiga perkara penyalahgunaan dan penggunaan narkotika jenis sabu di wilayah Lebong.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra didampingi Kabag Ops AKP Rafenil Yaumil Rahman, dan Kasat Res Narkoba, Iptu Yudha Setiawan, dalam jumpa pers, Kamis (29/8) siang.

Dalam keterangannya, kapolres menuturkan penangkapan ketiga orang itu dilakukan di tiga lokasi berbeda.

Pengungkapan kasus pertama yakni di Kelurahan Amen, Kecamatan Amen, pada Senin (19/8) lalu sekitar pukul 02.30 WIB.

Di lokasi ini, polisi menangkap satu orang berinisial WP (21) warga Lemeu Pit Kecamatan Lebong Sakti, yang sehari-harinya bekerja di salah satu bengkel kendaraan roda dua.

"Ia terbukti membawa narkotika jenis ganja dengan jumlah satu linting alias dikemas dalam bungkus rokok seberat 0,51 gram, yang digunakan untuk diri sendiri," kata dia

Kemudian, untuk Za (54) warga Sungai Gerong, Kecamatan Amen, yang bekerja sebagai tukang ojek gandeng, ditangkap di Kelurahan Tes Kecamatan Lebong Selatan, Selasa (20/8) lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari tangan tersangka, barang bukti yang berhasil disita 3 paket narkotika jenis ganja dengan berat 27,82 gram. "Dari hasil penyelidikan bahwa tersangka memiliki ganja tersebut untuk dijual atau diedar kembali," ujar kapolres.

Lalu, di hari yang sama seorang ibu rumah tangga berinisial MY (35) warga Sukau Kayo Kecamatan Lebong Atas Kabupaten Lebong, sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya. Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil menemukan satu paket jenis ganja.

"Hasil pemeriksaan urine, untuk tersangka WP dan MY dinyatakan positif mengandung Marijuana. Sedangkan, untuk Za negatif karena barang itu hanya untuk dijual," tukasnya.

Kasat menambahkan penangkapan para pelaku ini tidak lepas adanya peran serta dari masyarakat yang ikut peduli dengan keberadaan orang di sekitarnya. Masyarakat ikut serta dengan cepat memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

Lebih jauh ia mengaku, bahwa barang haram itu didapat para tersangka dari seseorang luar daerah yang saat ini masih dalam pengejaran pihaknya.

"Untuk pemakai (WP dan MY) akan dijerat dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. Sementara untuk Za (pengedar) terancam minimal 5 tahun penjara dan 20 tahun penjara," demikian kapolres. [tmc]



Komentar Pembaca