Mantan Pejabat Dikbud Ditetapkan Tersangka Korupsi

Daerah  SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 16:25:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Mantan Pejabat Dikbud Ditetapkan Tersangka Korupsi

Ap saat diperiksa penyidik/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong menetapkan seorang  Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebong berinisial Ap sebagai tersangka, Selasa (27/8) siang

Penetapan tersangka mantan kabid di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebong ini terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan kegiatan vakasi penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) jenjang SD dan SMP tahun 2017.

Kegiatan ini merupakan milik Dikbud Lebong berjumlah Rp 387 juta yang bersumber dari APBD Lebong Tahun Anggaran (TA) 2017.

"Pada hari ini kami penyidik Kejari Lebong telah menetapkan tersangka berinisial Ap. Beliau adalah mantan Kabid di Dinas Dikbud," kata Kajari Lebong, Endang Sudarma melalui Kasi Pidsus, Eddy Sugandi Tahir.

Tersangka Ap menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Lebong, sejak siang tadi hingga pukul 14.00 WIB, yang bersangkutan telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Ap diduga memotong dana kegiatan vakasi penyelenggaraan UN jenjang SD dan SMP tahun 2017. Ada empat item dalam kegiatan itu, meliputi uang saku peserta sosialisasi ujian SD, belanja hadiah 10 siswa peraih nilai UN SD dan SMP, belanja jasa tenaga ahli penyusun kisi-kisi pembuat ujian SD dan SMP.

"Untuk uang sosialisasi dan penyusun uang kisi-kisi tidak dibayarkan. Sedangkan, di dalam SPJ ada dan AP juga telah mengakui menandantangani SPJ itu," jelas Gandi sapaan akrabnya.

Baca juga: Anggaran Kebencanaan Seharusnya Lebih Diutamakan Ketimbang LCC

Dia menambahkan, dasar penetapan tersangka kepada Ap adalah alat bukti, yaitu keterangan saksi-saksi, petunjuk kesesuaian para saksi, dan beberapa dokumen kegiatan yang telah disita penyidik.

"Jumlah saksi yang diperiksa dalam perkara ini sebanyak 80 orang yang meliputi kepala sekolah SD dan SMP, dan pejabat Dikbud. Pun, nilai pemotongan dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 100.672.767," urai Gandi.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Gandi, Ap juga akan langsung ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Malabero Kota Bengkulu.

"Selanjutnya terhadap yang bersangkutan akan dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung hari ini. Hari ini langsung kami tahan di Rutan Malabero," sambungnya.

Dalam perkara ini, tersangka disangkakan dengan pasal 12 huruf e JO 12 huruf f Undang Undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Tersangka terancam maksimal 20 tahun penjara, dan minimal 4 tahun penjara," tutupnya. [tmc]



Komentar Pembaca