Masyarakat Butuh Figur Baru Cabup-Cawabup Untuk Pilkada Lebong

Daerah  SENIN, 26 AGUSTUS 2019 , 07:01:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Masyarakat Butuh Figur Baru Cabup-Cawabup Untuk Pilkada Lebong

Nurkholis Sastro/Net

RMOLBengkulu. Kontestasi politik menjelang bergulirnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lebong 2020 menyedot perhatian masyarakat maupun sejumlah kalangan asal Kabupaten Lebong.

Masyarakat Lebong dinilai membutuhkan figur baru calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) yang mampu mengubah paradigma birokrasi klasik menjadi konsep reinventing government atau pemerintah yang memiliki jiwa kewirausahaan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Perkumpulan Keluarga Bencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu, Nurkholis Sastro. Pria asal Lebong ini mengaku telah mengamati dinamika politik dengan bermunculan figur publik yang menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi dalam pilkada.

"Masyarakat butuh calon pemimpin daerah yang memiliki jiwa pertanian tinggi dan perkebunan. Selain itu, pasangan cabup-cawabupharus berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas,” kata pengurus PKBI yang aktif bergerak di bidang sosial tersebut.

Lanjut dia, konsep reinveting government menekankan pada pemerintah yang berorientasi pada pelanggan bukan birokrasi dan memiliki jiwa wirausaha.

"Artinya pimpinan yang terbuka, melakukan transformasi pendidikan pertanian untuk kalangan muda," ungkap Sastro.

Baca juga: Peta Kandidat Pilbup Mulai Kencang, Ini Daftarnya

Tantangan pemerintah daerah adalah pembentukan entrepreneur lokal. Saat ini, pemerintah daerah hanya berkonsentrasi untuk menarik calon investor.

Seperti halnya mengundang investor yang bergerak di bidang energi panas bumi. Padahal sebenarnya, kebijakan publik pemerintah daerah merangsang pengembangan wirausahawan lokal.

"Pemerintah tak bisa lagi membelanjakan anggaran yang berasal dari rakyat. Paradigma itu harus diubah menjadi pemerintah yang bisa mencari pendapatan. Pemerintah bukan lagi menjunjung tinggi birokrasi melainkan berorientasi pada hasil,” ujar pria yang juga anggota Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI tersebut.

Baca juga: Anggaran Kebencanaan Seharusnya Lebih Diutamakan Ketimbang LCC

Aktivis senior Bengkulu itu mencontohkan pemberdayaan para penambang emas tradisional lewat koperasi. Konsep itu bisa diimplementasikan apabila ada komitmen dan konsisten pada pengembangan wirausaha lokal dan penegakan hukum.

"Memiliki kemampuan mengembangkan jaringan baik dari swasta maupun donor dari luar untuk mengembangkan sektor konservasi bersama masyarakat, yang 70 persen dari luasan wilayah Lebong," tuturnya.

Baca juga: "Kepala Daerah Effect" Pada Pileg Bengkulu, Satu Daerah Jeblok

Ia berharap pesta demokrasi terbesar di Kabupaten Lebong mampu melahirkan pemimpin daerah yang berkomitmen mengubah paradigma birokrasi.

"Masyarakat harus mengetahui pengalaman, rekam jejak dan kemampuan masing-masing cabup-cawabup. Pilihan masyarakat harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun akhirat," tegasnya.

Baca juga: PAN Kantongi Kandidat Cawabup, Wawan Fernandez Satu Diantaranya

Sementara itu, seorang warga asal Kelurahan Pasar Muara Aman, Rizen Antohar mengatakan, masyarakat berhak mengetahui pengalaman dan kemampuan setiap cabup-cawabup.

Dia meminta masing-masing kandidat menjabarkan program kerja jangka pendek, menengah maupun panjang apabila memenangi pilkada. Sehingga masyarakat tak bingung saat menggunakan hak pilih saat pelaksanaan pemungutan suara. [tmc]


                   


Komentar Pembaca