Murid SD 62: Pak Presiden Tolong Kembalikan Sekolah Kami

Pendidikan  JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 14:46:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Murid SD 62: Pak Presiden Tolong Kembalikan Sekolah Kami

Poto siswa-siswi SD N 62 Kota Bengkulu/RMOLBenhkulu

RMOLBengkulu. Sengketa lahan SD N 62 tampaknya belum membuahkan hasil. Proses belajar mengajar di SD N 62 pun harus terhenti hingga saat ini

Jumat (23/8) siswa-siswi SD N 62 melakukan aksi galang dana sukarela yang dipusatkan di simpang lima kota Bengkulu. Dengan membawa beberapa kardus dan karton, siswa-siswi tersebut tampak menghampiri para pengendara yang berada dilampu merah simpang lima Kato Bengkulu

Siswa-siswi SD  62 kelas 6 ini  mengaku bahwa dirinya sempak di bully oleh teman-teman sebayanya karena kasus sengketa lahan sekolahnya yang tak kunjung selesai.

"Jangan patung simpang lima saja yang dibayar 5 milyar lebih baik bayar sekolah kami, Jangan bangun jalan saja sekolah kami ini juga, kami ini mau ujian masa kami ujian dijalan seperti anak gember, kami tidak  mau pak, kami juga di ejek-ejek pak karena numpang," ucap siswa-siswi SD N 62 untuk Walikota Bengkulu Helmi Hasan

Dera salah satu siswi SD N 62 Kota Bengkulu juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk segera turun tangan dalam menyelesaikan persoalan ini , mengingat siswa-siswi SD N 62 sudah jauh ketinggalan pelajaran.

"Pak Presiden, Kami mau sekolah kami balik lagi, kalau kami ujian masa kami ujiannya dijalan seperti anak gembel kami tidak mau. Tolong kembalikan sekolah kami lagi. Pak Walikota bayarlah sekolah kami/ kami tidak butuuh janji, kami butuh kepastian," kata Dera, Jumat (23/8) Kepada RMOLBengkulu.

Lebih lanjut, aksi galang dana untuk membayayr sekolah SD N 62 tersebut dijelaskan oleh Ujang Saidin selaku Koordinator Lapangan bahwa ini merupakan tanda protes wali murid dan siswa-siswi SD N 62 terhadap pemerintah.

"Terutama Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang tidak menggubris permohonan kami sebagai wali murid agar anak-anak kami ini pendidikannya dikembalikan lagi di SD N 62 Sawah Lebar," kata Ujang.

Disambungnya, sebagai bentuk protes keras kami mengajak anka-anak kami ini untuk menggalang dana di simpang lima.

Dana yang terkumpul nantinya akan kami serahkan ke Pemerintah Kota Bengkulu sebagai tambahan uag untuk membayar ganti rugi kepada ahli waris

"Kami saat ini tidak mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh Helmi Hasan agar anak-anak kami ini belajar di SD N 51 dan SD N 59. sebagai tanda mogok kami ajak anak-anak ini untuk numpang belajar di tanah  Bupati Rejang Lebong," tambah Ujang.

Ujang juga mengaku bahwa aksi ini tidak ditentukan kapan selesainya. Tapi yang jelas sampai dengan aspirasi dan keluahan kami sebagai wali murid ditanggapi oleh pihak Pemerintah.

"Kemarin kami telah meminta untuk mediasi di diknas kota bengkulu dan pemrov bengkulu untuk meminta solusi dan bantuan agar masalah kami ini cepat diselesaikan. Kami ke diknas kota itu tidak dapat jalan keluar dan kami tinggalkan kami pergi ke Provinsi," tutup Ujang. [ogi]

Komentar Pembaca
Ahok Mau Jadi Petinggi BUMN, Ini Gaya Marah-marahnya
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00