Pimpinan Sementara DPRD Mukomuko Diisi Golkar dan Demokrat

Daerah  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 19:19:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Pimpinan Sementara DPRD Mukomuko Diisi Golkar dan Demokrat

Penyerahan Palu kepada Pimpinan sementara/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko sebelum ditetapkan pimpinan secara definitif akan diisi oleh pimpinan sementara.

Dalam hal ini dua komponen partai yang mengisi pimpinan sementara yakni dari partai Golkar dan Demokrat setempat.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam UU nomor 23 Tahun 2014 Pasal 165 Ayat 1 tentang Pemerintah Daerah. Dimana di dalamnya diatur jika belum terbentuk pimpinan definitif, sementara akan diisi pimpinan sementara.

Dua partai yang akan mengisi pimpinan sementara merupakan partai peraih kursi terbanyak di DPRD Mukomuko.

"Golkar memperoleh sebanyak 3 kursi dan Demokrat juga memperoleh 3 kursi, usai pelantikan kita langsung menetapkan ketua dan wakil ketua sementara," kata Sekwan, Selasa (20/8) siang.

Adapun kedua pimpinan yang mengisi pimpinan sementara itu, yakni dari partai Golkar yaitu M Ali Syaftaini selaku ketua, dan Nusalim dari partai Demokrat.

Dia menambahkan, saat ini pelantikan pimpinan definif diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan September mendatang, namun belum diketahui jadwal pastinya.

Ali Syaftaini, selaku ketua sementara mengatakan bahwa ini merupakan amanah yang berat untuk membangun mukomuko 5 tahun kedepan.

Ia juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan amanah untuk memperjuangkan aspirasi untuk membangun daerah ini.

"Ini merupakan amanah yang sangat berat, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat danminta dukungan selama mengemban tugas sebagai wakil rakyat," kata Ali.

Ia juga menambahkan, ada 4 pokok yang harus segera dilakukan terkait tugasnya sebagai pimpinan sementara, yaitu membentuk fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Mukomuko.

Menunjuk alat kelengkapan dewan, menyusun rancangan tata tertib DPRD Mukomuko, serta memfasilitasi persiapan pelantikan pimpinan DPRD yang definitif.

"Mengingat pentingnya segera dibentuk pimpinan definitif karena DPRD harus segera membahas terkait Perubahan Anggaran APBD tahun 2019 dan pembahasan anggaran APBD 2020, sehingga harus segera ada pimpinan yang definitif," demikian Ali. [tmc]

Komentar Pembaca