Tidak Ada Reward, Ini Suka Duka Paskibraka

Daerah  KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 , 08:11:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tidak Ada Reward, Ini Suka Duka Paskibraka

Anggota Paskibraka saat latihan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Ketua PPI Kabupaten Lebong, Doni Adriansyah sangat menyayangkan tidak adanya reward bagi calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) 17 Agustus pada tahun 2019 ini.

Padahal, menurutnya menjadi paskibraka dianggap prestasi yang membanggakan bagi para pelajar. Tentu bukan hanya memiliki fisik dan kesehatan yang baik untuk menjadi anggota paskibraka. Kemampuan akademis dan bakat lain juga menjadi bagian dari seleksi.

"Mereka telah mengikuti tahapan-tahapan mulai dari seleksi di bulan Maret lalu hingga pelatihan kurang lebih 2 bulan demi melaksanakan tugas sebagai pengibar bendera sang merah putih," kata Doni dalam rilis yang diterima RMOLBengkulu, kemarin (14/8) siang.

Di sisi lain, di balik kebanggaan sebagai paskibraka, banyak cerita suka duka yang mewarnainya. Misalnya, selama proses latihan berada di bawah terik matahari, hingga harus meninggalkan pelajaran, kerabat, dan keluarga.

"Harapan kami, Pemda bisa memberikan penghargaan atas jerih payah adek-adek tersebut. Soalnya di tahun 2017 reward ke Jogja, dan tahun 2018 ke Bandung. Setidaknya tahun ini adek-adek tetap mendapatkan reward meskipun tidak Jauh lokasinya," jelas Doni.

Dia khawatir, dengan tidak adanya reward pada tahun ini maka akak berimbas pada proses seleksi Paskibraka tahun 2020 mendatang.

"Mungkin minat adek-adek di tahun selanjutnya akan berkurang karena mereka beranggapan lelah mereka tidak diperhatikan. Sedangkan mereka bertugas demi Berkibarnya sang merah putih di Bumi Swarang Patang Stumang," tegasnya.

Terpisah, Kadis Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Parpora) Lebong, Frans Julai Simanjuntak melalui Sekretaris Neti Herawati, membenarkan jika tahun 2019 ini tidak dianggarkan reward untuk para seluruh paskibraka Lebong.

"Info yang saya terima dari bidang,  sudah dicek di DPA memang tidak ada. Kalau tahun sebelumnya memang ada," ujar Neti saat dikonfirmasi RMOLBengkulu.

Dia tidak tahu pasti apa penyebabnya tidak dianggarkan tahun 2019 ini. Namun, tidak dipungkirinya itu salah satu dampak dari terjadinya defisit anggaran tahun 2018 lalu.

"Yang jelas, usulan reward sudah kami usulkan ke TAPD. Untuk lebih jelas, silahkan ditanyakan ke kadis. Karena DPA sama beliau," tutupnya. [tmc]





Komentar Pembaca