Musyawarah Mufakat Kandas, Pilwagub Bengkulu Diseret Ke Voting

Nusantara  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 12:49:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Musyawarah Mufakat Kandas, Pilwagub Bengkulu Diseret Ke Voting

Dedy Ermansyah Dan Muslihan DS / FOTO RMOL

RMOLBengkulu. ‎Pemilihan Wakil Gubernur (Pilwagub) Bengkulu dimulai Selasa (13/8) pagi di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu secara permusyawaratan melalui rapat terbuka nyatanya tidak menghasilkan keputusan. Teranyar, pemilihan pendamping Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah itu dilanjutkan secara voting.

Pantauan RMOLBengkulu, dua kandidat Calon Wakil Gubernur Bengkulu, yakni Dedy Ermansyah dan Muslihan DS masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato masing-masing di hadapan anggota dewan DPRD Provinsi Bengkulu, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam pidatonya, Dedy Ermansyah menyebutkan 3 poin penting yang nantinya akan dirinya lakukan apabila diamanahkan untuk menduduki jabatan Wagub Bengkulu.

"Pertama, saya akan memprioritaskan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan anggota dprd provinsi bengkulu," kata Dedy dalam pidatonya.

Kedua, ia akan memastikan beban-beban yang ada baik di pemerintah daerah maupun DPRD Provinsi Bengkulu terkait perjuangan aspirasinya di daerah masing-masing akan dipastikan berjalan dengan baik.

Lalu, kader Nasdem ini berharap dengan dipilih oleh rekan-rekan DPRD Provinsi Bengkulu akan mempererat hubungan antara legislatif ataupun eksekutif.

Sama halnya dengan Dedy, Muslihan DS juga menyampaikan pidatonya. Ia menegaskan, apabila dirinya terpilih, ia menginginkan adanya harmonisasi di dalam internal pemerintahan.

"Jika terpilih saya akan mengkoordinasikan dan menyarankan agar pembangunan di provinsi Bengkulu ini tidak bisa eksekutif sendiri. Maka dari itu eksekutif dan legislatif harus bersatu dan inilah harapan saya," ucap Muslihan.

Selanjutnya, dirinya akan menjalankan amanah sesuai dengan tugas dan funsinya, yaitu saling mengingatkan jika ada hal-hal yang harus dikoordinasikan ke Gubernur Bengkulu.

"Ibaratnya, jika ada tanda-tanda akan offside. Maka tugas saya adalah mengingatkan beliau dan itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai wakil. Karena kalau saya sudah berbuat dan mengatur pula maka saya tidak menginginkan ada 2 matahari didalam pemerintahan ini," tutup Muslihan. [tmc]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

Merah Putih Dikibarkan Di Beijing

MINGGU, 18 AGUSTUS 2019 , 07:37:00