Usai Konser Zaskia Gotik, Bocah 14 Tahun Diperkosa Lima Orang

Daerah  SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 06:38:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Usai Konser Zaskia Gotik, Bocah 14 Tahun Diperkosa Lima Orang

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Masyarakat Kabupaten Lebong dikejutkan dengan peristiwa dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur yang terjadi usai konser artis papan atas Zaskia Gotik, pada Jum'at (2/8) lalu di Kabupaten Lebong.

Data terhimpun, perisitiwa itu menimpa seorang gadis di bawah umur berinisial A (14) warga Kecamatan Lebong Utara yang diduga dirudapaksa oleh 5 orang pemuda, diantaranya berinisial EH (18), TA (20), Ro (17), PW (19), dan DA (20).

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra mengungkapkan, kisah tragis itu berawal ketika A bertemu dengan EH untuk menghadiri kegiatan konser pada Jumat (2/8) sekitar pukul 20.00 WIB di Lapangan Hatta.

Usai pertemuan itu, A kemudian dipertemukan oleh EH dengan DA. Saat itu, A meminta bantuan DA untuk membantu mencari keluarganya yang pada saat itu turut juga menghadiri konser artis ibukota itu.

"Di lokasi korban dan tersangka tidak menemukan keluarganya," kata kapolres kepada RMOLBengkulu, kemarin (5/8).

Selanjutnya, empat tersangka lain EH, TA, Ro, dan PW menghampiri tersangka DA. Setelah konser berakhir, A belum kunjung menemukan keluarganya. Sehingga, saat DA menyarankan untuk pulang kerumahnya, A justru menolak lantaran takut dengan keluarganya karena pulang larut malam.

Memanfaatkan situasi tersebut, pelaku lain PW menawari menginap di kediamannya. Namun, sebelum tiba di kediamannya kelima tersangka itu justru membawa A ke salah satu pondok persawahan untuk mencabuli korban secara bergantian, Sabtu (3/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

"Ternyata, pelaku justru membawa korban ke salah satu pondok sawah milik warga untuk mencabuli korban secara bergantian,” jelasnya.

Lanjut jebolan Akademi Kepolisian ini menjelaskan, setelah peristiwa tersebut, hari itu juga atau sekitar Pukul 20.00 WIB korban melaporkan ke Mapolsek Lebong Utara.

Itupun Berdasarkan laporan polisi nomor: Lp / B - /VIII/2019/Bkl/RESLbg/Sektor Lebong Utara tanggal 03 Agustus 2019. "Saat ini para saksi dan korban telah diperiksa dan para tersangka telah diamankan," demikian kapolres.

Lebong Belum Layak Terima Penghargaan KLA

Sepertinya penghargaan untuk Bupati Lebong sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima beberapa hari lalu, tidak serta merta memberikan rasa aman bagi anak-anak khususnya perempuan di Kabupaten Lebong. Salah satunya kejadian perkosaan yang dilakukan 5 orang pria yang menimpa A (14) tersebut setidaknya secara langsung mencoreng penghargaan yang baru diterima kabupaten Lebong tersebut.

Demikian dikemukakan salah satu tokoh asal Kecamatan Lebong Selatan Godi kepada RMOLBengkulu.

Ia beralasan, jika benar-benar dilakukan survey oleh pusat, Kabupaten Lebong tidak akan mendapatkan penghargaan KLA tersebut karena sudah banyak korban yang dilihatnya justru sangat bertolakbelakang dengan penghargaan tersebut.

"Bisa kita lihat, tiap tahun sudah berapa korban yang terjadi di Lebong Kemudian petugas pun sudah banyak yang tidak aktif. Belum lagi anggaran untuk program terhadap anak dan perempuan jauh dari harapan, ini miris kan," katanya.

Dia menambahkan, belum lagi makin meningkatnya kasus kekerasan ibu dan anak di Kabupaten Lebong. Lalu kegiatan untuk komitmen pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak juga dinilai tidak ada diimplementasikan oleh Pemkab Lebong.

"Dengan adanya penghargaan itu seharusnya Pemkab merasa malu. Kira-kira apa yang bisa dibanggakan dari hasil kerja saat ini. Tolok ukurnya tidak jelas. Lihat saja, diskriminasi terhadap perempuan juga masih ada, mirisnya malah kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur juga banyak. Saya bukan tidak bangga atas penghargaan yang diberikan, tapi kalau masuk akal dan sesuai dengan realita justru saya acungkan jempol," tegasnya.

Dia juga mengaku khawatir, ketika penghargaan KLA yang diterima akan membuat semua pihak terkecoh dan tidak bekerja maksimal.

"Pihak terkait jangan tutup mata, Lebong belum memiliki instrumen yang memadai. Yang seharusnya sudah memiliki proteks dan perlindungan maksimal terhadap perempuan dan anak. Untuk urusan tersebut, saya tidak main-main, karena menyangkut masa depan anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin," tutupnya. [tmc]


Halitosis yang mengerikan akan berakhir ketika Anda menggunakan ini
Saya tidak berbau mulut sejak menggunakan Bactefort
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari ...
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam
Menghilangkan bau mulut hanya dengan cara sederhana dari ...
Mengetahui cara membunuh parasit dalam 1 malam
Cara cerdas menghilangkan keriput di rumah! Kulit wajah menjadi cerah jika di pagi hari ....
Tanpa BOTOX, kulit menjadi lebih kencang!


Komentar Pembaca