Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Minta Belas Kasihan Hakim

Daerah  SENIN, 15 JULI 2019 , 20:07:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Minta Belas Kasihan Hakim

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga

RMOLBengkulu. Proses peradilan kasus pembunuhan satu keluarga di Simpang Suban Air Panas Curup pada 12 Januari 2019 terus berjalan di Pengadilan Negeri Rejang Lebong, saat ini memasuki babak pembacaan Nota Pembelaan atau Pleidooi.

Dalam pembacaan nota pembelaan, tim penasehat hukum terdakwa Jamhari Muslim (34) yang terancam hukuman mati meminta Majelis Hakim dapat memberikan hukuman ringan terhadap terdakwa.

"Kami selaku tim penasehat hukum meminta majelis hakim untuk meringankan hukumannya dan meminta hukuman yang akan dijatuhkan seadil-adilnya," kata Bahrul Fuady dan Redo Exsan advokat dari LBH Bhakti Unib yang mendampingi terdakwa Jamhari usai persidangan, Senin (15/7).

Pembacaan nota pembelaan itu disampaikan tim penasehat hukum sebagai upaya untuk meringankan hukuman terdakwa, meski pada intinya mereka sepakat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rejang Lebong tidak ada hal yang meringankan oleh terdakwa, karena telah menghilangkan tiga nyawa sekaligus dalam kasus tersebut.

Sementara itu, ketua tim JPU Kejari Rejang Lebong Eriyanto menyampaikan pihaknya tetap pada tuntutan semula yakni meminta terdakwa dijatuhi hukuman mati, karena telah menghilangkan tiga nyawa bahkan dua diantaranya masih berstatus anak dibawah umur.

"Terdakwa ini kami tuntut dengan pasal pembunuhan berencana dan Undang Undang Perlindungan Anak, tentang kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati. Kami tetap pada tuntutan kami menuntut terdakwa dengan pidana mati," tegasnya

Sidang yang berlangsung mulai pukul 10.45 WIB tersebut dihadiri langsung oleh keluarga korban itu dipimpin hakim ketua Syarip di bantu hakim anggota Riswan Herafiansyah dan Hendri Sumardi, serta tim JPU Kejari Rejang Lebong yang dipimpin Eriyanto, sedangkan terdakwa sendiri didampingi Bahrul Fuady dan Redo Exsan advokat dari LBH Bhakti Unib, selanjutnya sidang ditunda hingga 24 Juli mendatang untuk bermusyawarah guna mengambil keputusan.

Sebagaimana diketahui sebelumnya,  tim JPU Kejari Rejang Lebong, menjerat terdakwa Jamhari Muslim pelaku pembunuhan Hasnatul Laili alias Lili (35) dan dua anaknya Melan Miranda (16), serta Chyka Ramadani (10), yang terjadi pada 12 Januari 2019 dikediaman di Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, dengan pasal berlapis.

Pasal yang dikenakan jaksa ialah pelanggaran pasal 339, 338, 340, 351 KUHP, pasal pencurian dengan kekerasan, pelanggaran pasal Undang Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman mati. [tmc]

Komentar Pembaca