Jelang Munas, Kader Golkar Diminta Arif

Nusantara  KAMIS, 27 JUNI 2019 , 18:48:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Jelang Munas, Kader Golkar Diminta Arif

Partai Golkar/Net

RMOLBengkulu. Ketua bidang Perempuan PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Angelia Dhian Permata da Silva mengungkapkan, dinamika di internal Partai Golkar merupakan hal yang biasa saja terjadi, apalagi menjelang gelaran musyawarah nasional (Munas) untuk memilih kepengurusan baru.

"Sesungguhnya kader maupun simpatisan dapat bersikap arif dan bijak atas dinamika tersebut," katanya, Kamis (27/6).

DPP Partai Golkar menjadwalkan menggelar Munas pada Desember 2019. Sesepuh Golkar yang saat menjabat Wakil Presiden M. Jusuf Kalla juga menilai pelaksanaan Munas tidak perlu dipercepat.

Dhian menjelaskan, tahun pemilu merupakan momen yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan partai politik. Pada Pemilu serentak 2019, Golkar terbukti mampu keluar dengan mulus dari badai politik.

Ditambah, pada pemilu lalu merupakan event terberat dalam pelaksanaan momentum politik baik nasional dan internasional karena pelaksanaannya digelar serentak yang menyita waktu dan energi.

"Golkar yang merupakan salah satu peserta dalam pelaksanaan pemilu serentak ini, berupaya keras untuk bisa meningkatkan kuota serta jumlah kursi di parlemen. Walaupun tidak bisa juga kita menutup mata bahwa tarikan pilpresnya lebih menarik perhatian publik," tutur Dhian.

Berdasarkan perolehan hasil Pemilu 2019, Golkar cukup mendapat sambutan baik dari masyarakat. Berada di posisi kedua setelah PDIP, adalah capaian yang mumpuni setelah Golkar melewati badai internal yang menggerus energi partai.

Ditambahkan Dhian, dinamika itu keharusan di organisasi, namun yang lebih utama adalah tata krama serta memiliki kesantunan sehingga tidak menimbulkan keonaran yang akan mengganggu konsolidasi partai.

Menurutnya, jika dianggap ada yang harus diperbaiki atau disempurnakan, ada mekanisme yang bisa digunakan sehingga upaya serta ikhtiar perbaikan organisasi Golkar bisa terwujud.

Ditambahkannya, pemahaman politik itu mentolerir untuk setiap kader bisa bermetamorfosis asal sesuai dengan koridor yang dianjurkan oleh kultur dan adab Golkar. Harapan atas ini yaitu budaya kesantunan sebagai bagian integral dari karakter ketimuran tidak usang.

"Dan dalam hal ini dapat menjadi salah satu modal untuk menjaga persatuan dan kesolidan dalam tubuh Golkar sehingga cita-cita dan tujuan bersama dapat terwujud," demikian Dhian yang juga anggota Departemen Kebencanaan DPP Partai Golkar ini  dilansir RMOL.id. [tmc]




Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:03:00

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

Anies Baswedan Bersama Pemuda Muhammadiyah

SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 09:46:00