Kebakaran, PBK Dikritik, Zamzami: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Daerah  SELASA, 25 JUNI 2019 , 19:08:00 WIB | LAPORAN: YOGI APRIZAL SUPRIANTO

Kebakaran, PBK Dikritik, Zamzami: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kondisi Rumah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kebakaran terjadi Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Senin (24/6) kemarin sekira pukul 10 malam.

Api menghanguskan 1 rumah milik Susi dan 1 warung milik Nurjanah, dalam kejadian yang diduga kobaran api diduga bersumber dar ledakan tabung gas. Tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kerugian atas kejadian tersebut ditafsir mencapai ratusan juta, pasalnya seluruh isi rumah ludes dilalap sijago merah.

Teranyar, PBK jadi momok pembicaraan warga setempat, karena waktu kejadian mobil PBK dikabarkan tidak terisi air sehingga tidak bisa membantu memadamkan api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PBK) Benteng, Zamzami saat dikonfirmasi menegaskan, bahwa memang mobil PBK yang disiagakan saat ini sudah termakan usia, bahkan kerap dilakukan perbaikan secara berkelanjutan.

"Mobil kita itu dalam beberapa tiga hari ini sedang diperbaiki, karena mesin penyedot itu dalam keadaan rusak," ucap Zamzami saat dijumpai, Selasa (25/6) siang.

Dia menjelaskan, pada saat kejadian ia tidak berada di lokasi lantaran sedang menjemput orang tua sakit. Namun, dari laporan yang ia terima bahwa kejadian tersebut diduga bersumber dari ledakan tabung gas.

"Menurut Informasi dari anak buah saya kebakaran tersebut diduga akibat tabung gas dari rumah Ibu Susi," katanya

Lebih jauh Zamzami, tidak menampik bahwa saat ini pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal. Terlebih lagi mobil PBK masih minim. Sekalipun rusak karena umur mobil sudah tua.

"Memang benar kalau masyarakat mengatakan pelayanan kami belum maksimal, karena sarana dan prasarana kami itu hanya ada 4 unit, dan umurnya sudah tua, untuk yang di kecamatan Pondok Kelapa itu usianya sama dengan usia benteng saat ini," terangnya.

Lanjut dia, keempat mobil itu disiagakan diantaranya satu unit di Kecanatan Pagar Jati, satu unit di Bang Haji, dan satunya lagi di Taba Penanjung.

"Kami sudah berusaha maksimal. Malam tadi meskipun sedang keadaan rusak, karena itu ada musibah ya kami paksakan turun, karena mobil PBK lain jaraknya cukup jauh," ujarnya.

Kedepan Ia berharap, untuk penambahan mobil PBK minimal 1 unit per-kecamatan. "Harapan kedepan karena sesuai dengan peraturan menteri yang sebenarnya, setiap kecamatan minimal stanby 1 buah mobil damkar. Supaya pelayanan kita bisa maksimal," tutup Zamzami. [tmc]


                   


Komentar Pembaca